kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Ini Pilihan Saham yang Bisa Dicermati, IHSG Diprediksi Menguat Senin (8/1)


Minggu, 09 Januari 2022 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di akhir pekan, Jumat (7/1). IHSG naik 47,965 poin atau 0,72% ke level 6.701,316.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di akhir pekan, Jumat (7/1). IHSG naik 47,965 poin atau 0,72% ke level 6.701,316. 

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), 7 dari 11 sektor saham menunjukkan penguatan. Kenaikan paling tinggi dirasakan indeks saham sektor energi hingga 2,01%. Disusul sektor industri yang naik 1,22%. Adapun sektor transportasi dan logistik juga terkerek 1,17%. 

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati, indeks-indeks Wall Street melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Jumat (7/1). S&P 500 melemah di hari keempat secara berturut-turut. Nasdaq melemah paling dalam (0,9%) seiring dengan berlanjutnya sell-off pada saham-saham teknologi. Ini dipengaruhi oleh berlanjutnya kenaikan U.S. 10-year Bond Yield yang melewati level 1,8% di Jumat (7/1).

Adapun kenaikan tersebut dipicu rencana The Fed melakukan normalisasi neraca bersamaan dengan normalisasi The Fed Rate di tahun 2022.

Baca Juga: Simak Sentimen yang Bakal Menggerakkan IHSG Pada Pekan Ini

Meski dibayangi pelemahan indeks-indeks global, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya. IHSG berpotensi uji resistance 6.720 di Senin (10/1). 

"Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.630 hingga 6.720," ungkapnya dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Minggu (9/1). 

Adapun aksi beli selektif pada saham-saham bluechip, terutama di sektor keuangan diperkirakan masih berlanjut pekan depan. Salah satu sentimen yang mendorong adalah rilis data cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 144.9 miliar per akhir Desember 2021. 

Cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai 8 bulan atau 7,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Merespon data tersebut, nilai tukar rupiah pun menguat 0,24% ke level Rp 14.355 per US dolar di Jumat sore (7/1).

Mempertimbangkan kondisi tersebut, Valdy menyarankan investor untuk mencermari saham-saham perbankan seperti ARTO, BBCA, BBRI dan BMRI. Pelaku pasar juga dapat memperhatikan potensi rally pada saham-saham energi, terutama di produsen batubara, seperti ADRO, HRUM, PTBA, dan ITMG.

Baca Juga: Masih Dibayangi Penyebaran Omicron, Begini Proyeksi IHSG Senin (10/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×