kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indeks Wall Street: S&P 500 Tembus Level 5.000, Nasdaq Naik 1,25%, Dow Tergelincir


Sabtu, 10 Februari 2024 / 05:43 WIB
Indeks Wall Street: S&P 500 Tembus Level 5.000, Nasdaq Naik 1,25%, Dow Tergelincir
ILUSTRASI. Indeks S&P 500 ditutup di atas 5.000 untuk pertama kalinya pada Jumat (9/2). Indeks Nasdaq sempat diperdagangkan di atas 16.000, dengan dorongan dari saham-saham megacaps dan chip.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama bursa Wall Street ditutup bervariasi di akhir pekan ini, Jumat (9/2).

Indeks S&P 500 ditutup di atas 5.000 untuk pertama kalinya pada Jumat (9/2). Indeks Nasdaq sempat diperdagangkan di atas 16.000, dengan dorongan dari saham-saham megacaps dan chip, termasuk Nvidia karena investor bertaruh pada teknologi kecerdasan buatan dan mengamati data pendapatan yang kuat.

Namun, indeks Dow Jones tergelincir. Jumat (9/2), Dow Jones Industrial Average turun 54,64 poin atau 0,14% menjadi 38.671,69.

Ineks S&P 500 menguat 28,70 poin atau 0,57% menjadi 5.026,61 dan Nasdaq Composite naik 196,95 poin atau 1,25% ke level 15.990,66.

Baca Juga: Data Inflasi AS 2023 Direvisi, Wall Street Menghijau di Akhir Pekan

Harga saham Nvidia naik 3,6% dan mencapai rekor tertinggi setelah Reuters melaporkan Nvidia sedang membangun unit bisnis baru yang berfokus pada perancangan chip khusus untuk perusahaan komputasi awan dan lainnya, termasuk prosesor kecerdasan buatan (AI) yang canggih.

Hal ini terjadi setelah Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis bahwa Kepala Eksekutif OpenAI Sam Altman sedang melakukan pembicaraan dengan investor untuk mengumpulkan dana bagi inisiatif teknologi yang antara lain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pembuatan chip untuk mendukung AI.

“Kisah AI sejauh ini adalah tentang pembangunan infrastruktur, chip, pusat data,” kata David Lefkowitz, kepala ekuitas AS di UBS Global Wealth Management seperti dikutip Reuters.

Kata dia, ini setidaknya menggarisbawahi bahwa ada potensi permintaan jumlah yang sangat besar ke depan untuk infrastruktur AI.

Seiring dengan kinerja yang lebih baik dari indeks semikonduktor Philadelphia, naik 1,99%.

Emiten kelas berat yang berfokus pada teknologi, termasuk Microsoft, Amazon.com dan Alphabet juga berkontribusi terhadap kenaikan indeks.

Dengan hasil yang diperoleh dari sekitar dua pertiga perusahaan dalam S&P 500, data LSEG kini menunjukkan perkiraan Wall Street untuk pertumbuhan pendapatan kuartal keempat sebesar 9,0% dibandingkan ekspektasi pertumbuhan 4,7% pada 1 Januari 2024 lalu.

Sementara 81% perusahaan melampaui perkiraan, dibandingkan dengan rata-rata 76% perkiraan sebelumnya.

“Pendapatan sejauh ini kuat, di atas ekspektasi,” kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York, New York.

"Dan terdapat berita mengenai peluang pertumbuhan tambahan bagi Nvidia yang spesifik pada komputasi awan, area pertumbuhan lain selain AI. Hal-hal tersebut adalah pendorong besarnya," imbuhnya.

Pendapatan positif dan dorongan dari optimisme AI telah membantu S&P 500 mencatat 10 rekor tertinggi intraday sepanjang tahun ini.

Nasdaq ditutup hanya 0,4% di bawah rekor penutupan tertingginya di 16,057.44 yang tercatat pada November 2021.

Untuk minggu ini, ketiga indeks mencatat kenaikan mingguan kelima berturut-turut dengan S&P bertambah 1,4%, Nasdaq naik 2,3% dan Dow naik 0,04%.

Baca Juga: Saat Kebijakan The Fed "Butuh Pisah" dengan Inflasi yang Meningkat

Sebelumnya, data menunjukkan harga konsumen bulanan AS naik kurang dari perkiraan awal pada bulan Desember, namun inflasi tetap sedikit hangat – gambaran beragam yang mengaburkan ekspektasi mengenai waktu penurunan suku bunga dari Federal Reserve.

Data ekonomi yang kuat dan komentar hawkish dari para pengambil kebijakan The Fed dalam beberapa hari terakhir telah memupus harapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Maret.

Namun Ghriskey menunjuk pada prediksi resmi The Fed dalam “dot-plot,” yang masih menyiratkan penurunan suku bunga tahun ini.

"Pasar memang didukung oleh kebijakan The Fed. Tampaknya kita telah mencapai puncak suku bunga. Langkah selanjutnya adalah penurunan suku bunga. Kita tidak tahu kapan hal itu akan terjadi," ujarnya.

Pelaku pasar sedang menunggu data harga konsumen bulan Januari minggu depan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kapan The Fed akan memangkas biaya pinjaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×