kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

IHSG Merah Lagi, Analis Menilai Saham Fundamental Sudah Menarik Diakumulasi


Senin, 02 Februari 2026 / 20:26 WIB
IHSG Merah Lagi, Analis Menilai Saham Fundamental Sudah Menarik Diakumulasi
ILUSTRASI. IHSG sesi I ditutup melemah (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tajam pada hingga 4,88%  ke level 7.922,7 pada perdagangan Senin (2/2/2026). Kendati begitu, ada sejumlah saham dengan fundamental kuat mengalami kenaikan. 

Saham Bank Central Asia (BBCA) misalnya ditutup naik 2,7% ke level Rp 7.600 dan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 0,52% ke level Rp 3.830. 

Praktisi pasar modal Hans Kwee menilai pelemahan tajam terkonsentrasi pada saham yang terdampak kebijakan MSCI dan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat reformasi integritas.

"Nampaknya pelaku pasar ritel melakukan market detox dan menjual saham yang terimbas, sambil menunggu perbaikan cepat dari OJK dan SRO," kata Hans, Senin (2/2/2026). Hans menekankan, investor sebaiknya tidak panik dan mulai mengakumulasi saham berkualitas.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Respons Mundurnya SRO, Asing Mulai Masuk Pasca Pertemuan MSCI

Sebelumnya, OJK bersama pemerintah dan pemangku kepentingan menegaskan komitmen mempercepat reformasi pasar modal secara menyeluruh. Reformasi ini dirancang untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih kredibel dan menarik bagi investor, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Reformasi mencakup delapan rencana aksi yang dikelompokkan ke dalam empat klaster. Klaster pertama, kebijakan free float, menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%. Bagi perusahaan yang baru IPO, ketentuan ini langsung berlaku, sedangkan emiten lama diberi masa transisi.

Klaster kedua, transparansi, fokus pada keterbukaan ultimate beneficial owner (UBO) dan afiliasi pemegang saham, mengikuti praktik internasional. Selain itu, data kepemilikan saham akan diperkuat agar lebih granular dan andal, dengan KSEI menyalurkannya ke Bursa Efek Indonesia untuk publikasi.

Baca Juga: Saham Bank Pelat Merah Bergerak Fluktuatif saat IHSG Ambruk, Simak Rekomendasi Analis

Klaster ketiga, tata kelola dan enforcement, mencakup demutualisasi BEI, penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal, serta peningkatan tata kelola emiten melalui pendidikan berkelanjutan dan sertifikasi penyusun laporan keuangan.

Klaster keempat, sinergitas, meliputi pendalaman pasar melalui kolaborasi OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan stakeholder lain, serta penguatan kerja sama berkelanjutan dengan seluruh pihak untuk memastikan reformasi berjalan konsisten dan efektif.

Selanjutnya: Bitcoin Sempat Anjlok ke US$74.000, Investor Besar Terus Akumulasi?

Menarik Dibaca: Fiesta Ajak Pasangan Eksplor Agar Hubungan Seks Tak Membosankan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×