kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Ini Hasil Pertemuan SRO dengan MSCI, Ada Tiga Poin yang Jadi Concern


Senin, 02 Februari 2026 / 18:15 WIB
Ini Hasil Pertemuan SRO dengan MSCI, Ada Tiga Poin yang Jadi Concern
ILUSTRASI. Morgan Stanley Capital International, MSCI (SOPA Images/via REUTERS)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan hasil pertemuan self regulatory organization (SRO) dengan tim analis MSCI hari ini, Senin (2/2/2026).

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, pertemuan dengan MSCI dihadiri juga oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pihak Danantara juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut. 

“Apa yang menjadi concern MSCI itu selaras dengan beberapa program delapan rencana aksi kami yang kemarin dicanangkan,” katanya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: IHSG Anjlok 4,88% pada Senin (2/2), Ini Pesan OJK untuk Investor

Dari delapan rencana aksi itu, BEI dan KSEI mengajukan proposal solusi terkait dengan kluster transparansi. Ini terkait dengan pengungkapan ultimate beneficial ownership (UBO) dan likuiditas untuk mendorong peningkatan free float sebagai kebijakan baru di pasar modal Tanah Air.

Pertama, membuka data atas kepemilikan pemegang saham dengan porsi di bawah 5%. Ke depan, pembukaan data dapat dilakukan untuk kepemilikan saham di atas bahkan 1%.

Kedua, menghadirkan rincian klasifikasi investor pada data yang selama ini dilakukan pengelolaannya di KSEI. Saat ini, terbatas hanya di sembilan tipe investor utama.

“Nantinya, dirinci menjadi 27 sub-tipe investor yang akan lebih memunculkan klarifikasi dan juga kredibilitas pengungkapan UBO dari kepemilikan saham tersebut,” katanya.

Ketiga, kami juga sudah menyampaikan proposal terkait rencana kenaikan free float dari pengaturan saat ini di minimum 7,5% menjadi 15%.

“Pelaksananya dilakukan secara bertahap dan dilakukan bersama seluruh pelaku dalam hari ini,” ungkapnya.

Baca Juga: BEI dan KSEI Perluas Klasifikasi Tipe Investor, Target Rampung April 2026

Hasan bilang, diskusi pada pertemuan itu berlangsung dengan sangat baik. SRO juga mencanangkan akan melakukan kembali pembahasan di level pertemuan di tingkat teknis. 

Pihak MSCI juga menyediakan diri untuk memberikan panduan pada saat menjelaskan bagaimana metodologi dan cara perhitungan yang akan mereka lakukan.

SRO Tanah Air dan MSCI pun bersepakat dan akan melakukan pembaruan informasi kepada publik terkait dengan progres untuk mencapai transparansi itu. 

“Mudah-mudahan ini menjadi progres yang baik. Melalui evaluasi akhir, kami berharap akan mendapatkan konfirmasi penerimaan pada saatnya,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×