Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terus melemah hingga mendekati level terendah dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini justru dinilai analis sebagai peluang investasi, mengingat kinerja keuangan perusahaan masih solid.
Pada perdagangan Selasa (27/1/2026), saham KLBF ditutup di level Rp1.135, turun 3,81% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, harga saham KLBF sempat menyentuh level terendah di Rp1.050 pada Maret 2025.
Meski harga saham tertekan, laba bersih Kalbe Farma tetap tumbuh 10,63% secara tahunan hingga September 2025. Head of Research Kisi Sekuritas Muhammad Wafi menilai koreksi harga membuka peluang rerating valuasi.
“Prospek 2026 masih menarik. Koreksi di tengah kenaikan kinerja membuat valuasi lebih atraktif,” ujar Wafi.
Baca Juga: Ini Rekomendasi Saham Pendatang Baru di Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80
Ia menilai target pertumbuhan penjualan 6%–8% pada 2026 tergolong realistis, ditopang segmen obat resep dari program JKN serta ekspansi distribusi. Tekanan biaya impor juga dinilai terkendali berkat bauran produk bermargin tinggi, terutama nutrisi dan consumer health.
Momentum Ramadan berpotensi menjadi katalis jangka pendek, seiring peningkatan permintaan produk kesehatan. Wafi memproyeksikan laba bersih KLBF tumbuh 10%–12% YoY pada 2026, dengan rekomendasi buy dan target harga Rp1.750 per saham.
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan saham KLBF lebih disebabkan rotasi sektor dan sentimen rupiah, bukan pelemahan fundamental. Menurutnya, KLBF tetap menarik sebagai saham defensif.
Untuk jangka menengah hingga panjang, Ekky merekomendasikan akumulasi bertahap dengan target harga di kisaran Rp1.600 per saham.
Selanjutnya: Tekan Beban Subsidi Energi Tidak Membengkak, Pembelian Elpiji 3 Kg Bakal Dibatasi
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Terbaru Untuk Hari Ini Rabu 28 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













