kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Bitcoin Sempat Anjlok ke US$74.000, Investor Besar Terus Akumulasi?


Senin, 02 Februari 2026 / 20:23 WIB
Diperbarui Senin, 02 Februari 2026 / 20:24 WIB
Bitcoin Sempat Anjlok ke US$74.000, Investor Besar Terus Akumulasi?
ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pasar aset kripto global kembali diguncang volatilitas tinggi. Harga Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi tajam hingga menyentuh level US$ 74.000, sebelum akhirnya bangkit dan bergerak di kisaran US$ 77.000. 

Tekanan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penguatan dolar Amerika Serikat setelah nominasi pimpinan baru Federal Reserve.

Koreksi tersebut berdampak besar pada pasar kripto secara keseluruhan. Sejak mencapai puncaknya pada Oktober lalu, kapitalisasi pasar kripto tercatat menyusut sekitar US$ 800 miliar. 

Baca Juga: Bitcoin Bisa ke US$ 75.000 atau US$ 125.000? Ini Ramalan Arah Pergerakan Selanjutnya

Situasi ini mencerminkan meningkatnya sikap kehati-hatian investor global terhadap aset berisiko.

Vice President Indadax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa Bitcoin kerap menjadi aset pertama yang bereaksi saat terjadi gejolak global. "Hal ini disebabkan karakter pasar kripto yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam," ujarnya dalam siaran pers, Senin (2/2/2026). 

Menurutnya, tekanan jual tidak hanya terjadi di aset digital, tetapi juga merembet ke instrumen lindung nilai tradisional seperti emas dan perak, seiring menguatnya sentimen risk-off di pasar keuangan.

Di tengah kepanikan investor ritel, data on-chain dari Glassnode justru menunjukkan fenomena yang berlawanan.

Kelompok investor besar yang dikenal sebagai mega whale, pemegang lebih dari 1.000 Bitcoin, terpantau melakukan akumulasi secara bertahap. 

Baca Juga: Bitcoin di Atas US$112.000, Investor Waspada Jelang Penutupan Bulan dan Kuartal

Saat pelaku pasar kecil cenderung melepas aset karena tekanan psikologis, investor besar memanfaatkan penurunan harga untuk menyerap pasokan Bitcoin yang beredar.

Antony menilai kondisi pasar saat ini berbeda dibandingkan siklus penurunan pada 2022. Ia menyebut fondasi industri kripto kini relatif lebih kuat, ditopang oleh keterlibatan institusi keuangan besar seperti BlackRock dan JPMorgan melalui produk ETF serta infrastruktur perbankan. 

Kehadiran pemain institusional tersebut dinilai memberikan penyangga tambahan terhadap risiko sistemik jangka panjang.

Meski demikian, investor tetap diimbau untuk bersikap cermat. Indodax mengingatkan agar pelaku pasar tidak mengambil keputusan terburu-buru yang didorong oleh emosi.

Baca Juga: Harga Bitcoin Masih Ping-Pong, Pasar Tunggu Keputusan The Fed & Kesepakatan AS-China

Evaluasi manajemen risiko dan disiplin pada strategi investasi jangka panjang menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi pasar.

Investor juga disarankan aktif mengikuti perkembangan pasar dan memperdalam riset secara mandiri.

Untuk mendukung hal tersebut, Indodax menyediakan kanal edukasi melalui Indodax Academy serta pembaruan informasi pasar lewat Indodax News, guna membantu investor memahami dinamika pergerakan aset kripto di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selanjutnya: Danantara Bakal Aktif Investasi di Pasar Modal Lewat Saham dan Obligasi

Menarik Dibaca: Fiesta Ajak Pasangan Eksplor Agar Hubungan Seks Tak Membosankan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×