Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyampaikan bocoran poin-poin pertemuan self regulatory organization (SRO) Indonesia dengan MSCI. Pertemuan akan dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB via daring.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, pertemuan tersebut akan membicarakan terkait masukan-masukan dari MSCI kepada pasar saham Indonesia.
Pandhu mengaku hadir mewakili Danantara sebagai investor di pasar saham Tanah Air. Pertemuan tersebut tetap diikuti oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan SRO lain.
Baca Juga: OJK Siapkan 8 Aksi Reformasi Integritas Pasar Modal, Apa Saja?
“Yang paling penting kami akan konstruktif, karena at the end yang kami inginkan pasar modal yang lebih baik lagi,” katanya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta (2/2).
Poin-poin pertemuannya adalah soal keterbukaan, pemegang saham, dan free float. Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas terkait teknis eksekusi dari sejumlah poin permintaan tersebut.
Terakhir, akses untuk dana pensiun (dapen) bisa masuk dengan lebih mudah ke pasar saham Tanah Air juga akan dibahas, seperti cut loss provision yang jadi poin penting di UU P2SK.
“Dengan dapen masuk, valuasi akan membaik. Nantinya, kami akan bisa menjual saham-saham tersebut yang nantinya (porsi dapen) sekarang mungkin ada 10%, 11%, 12% untuk menjadi minimum 15% ataupun lebih,” tuturnya.
Dengan harapan tersebut, artinya diperlukan pihak yang bertindak sebagai market buyer dan market selling. Seluruh teknis tersebut diakui akan dilakukan dan dikomunikasikan secara bertahap. “Jangan lupa MSCI juga memberi waktu sampai bulan Mei 2026,” ungkapnya.
Baca Juga: Free Float 15% Berlaku, OJK Siapkan Transisi bagi Emiten Lama
Selanjutnya: Free Float 15% Berlaku, OJK Siapkan Transisi bagi Emiten Lama
Menarik Dibaca: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













