kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.821   26,00   0,15%
  • IDX 7.887   -442,44   -5,31%
  • KOMPAS100 1.101   -63,78   -5,47%
  • LQ45 800   -33,16   -3,98%
  • ISSI 278   -20,20   -6,79%
  • IDX30 418   -11,50   -2,68%
  • IDXHIDIV20 502   -7,68   -1,51%
  • IDX80 123   -6,46   -5,00%
  • IDXV30 135   -3,96   -2,85%
  • IDXQ30 136   -2,34   -1,69%

IHSG Terpapar Sentimen Pergantian Pimpinan BEI dan OJK, Cek Rekomendasi Saham Berikut


Senin, 02 Februari 2026 / 10:30 WIB
IHSG Terpapar Sentimen Pergantian Pimpinan BEI dan OJK, Cek Rekomendasi Saham Berikut
ILUSTRASI. Pergantian pimpinan BEI dan OJK jadi sentimen negatif di IHSG. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini, Senin (2/2/2026). Hingga pukul 10.26 WIB, IHSG melemah 401,15 poin atau 4,82% ke 7.928,45.

Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup di level 8.329 atau melemah kurang lebih -6,94% dibandingkan pekan sebelumnya. Adapun di masa pelemahan sepekan terakhir tersebut investor asing melakukan penjualan (outflow) yang fantastis mencapai  Rp 15,7 triliun di pasar reguler. 

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menjelaskan pelemahan signifikan ini terdorong sentimen global dan domestik yang benar-benar menekan market dalam negeri. 

Dari global ada sentimen ketidakpastian Greenland Trade War, dimana pasar global masih mencerna gertakan tarif Donald Trump terkait Greenland. Jika ada pernyataan resmi dari Uni Eropa untuk membalas tarif tersebut, mungkin akan terlihat penguatan mata uang safe haven seperti Swiss Franc atau Yen Jepang serta volatilitas tinggi di saham-saham eksportir global.

Baca Juga: IHSG Melemah pada Perdagangan Senin (2/2) Pagi, Cermati Katalis Penggeraknya

Selanjutnya dari domestik ada sentimen MSCI effect yang membuat market Indonesia benar-benar bergejolak. MSCI resmi mengumumkan interim freeze efektif segera. 

“Jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan, MSCI mengancam akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia dan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market,” ujar David saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026). 

David melihat ancaman MSCI ini benar-benar mendatangkan gejolak di dalam negeri. Yakni pengunduran diri dan penunjukan jajaran pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rentang waktu yang relatif singkat.

David meyakini pimpinan baru BEI dan OJK menandai langkah strategis yang diharapkan membawa perubahan positif melalui rekam jejak profesional yang solid.

“Dengan pengalaman yang komprehensif di sektor jasa keuangan tersebut, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia agar semakin progresif di masa depan,” tandasnya.

Berbicara tentang potensi market untuk sepekan ke depan pada tanggal 2-5 Februari 2026, David mengimbau para trader dan investor untuk memantau sentimen data GDP  tahun 2025. Ia menjelaskan awal Februari biasanya merupakan waktu rilis pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahunan. 

“Pasar berekspektasi ekonomi kita tumbuh solid di angka 5,1% - 5,2%. Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat,” kata David. 

Baca Juga: IHSG Kembali Ambles 4% di Pagi Ini (2/2/), Usai Gejolak di Pekan Lalu

Selain itu, tak dapat dipungkiri selama sepekan ke depan market akan banyak dipengaruhi oleh reaksi market menyongsong estafet kepemimpinan BEI dan OJK yang baru.

Merespons dinamika market yang ada saat ini, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan strategi trading saham-saham uptrend dengan booster modal dan instrumen Power Fund Series (PFS) yang kesemuanya ini bisa dikelola dengan fitur Multi-Account untuk memisahkan setiap strategi ataupun tujuan investasi sehingga risiko lebih mudah untuk dikelola dan fitur Shared Access yang dapat digunakan keluarga dan komunitas untuk berkolaborasi dan berinvestasi bersama.

1. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)

PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) cenderung bergerak uptrend dengan potensi breakout resistance Rp 1.870

Rekomendasi: buy

Entry: Rp 1.825

Target harga: Rp 1.975, Stop Loss: 1.745

2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berada di level support MA50 yang masih dipertahankan dan potensi reversalnya cukup kuat. Sektor poultry relatif menarik di 2026 karena faktor MBG

Rekomendasi: buy

Entry: Rp 2.770

3. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) berpotensi breakout dari area konsolidasi dan pergerakannya relatif aman dari faktor MSCI.

Rekomendasi: buy

Entry: Rp 1.505

Target harga: Rp 1.600, Stop Loss: Rp1.455

Selanjutnya: Layar Huawei MatePad 11.5: Fitur Tersembunyi Ini Bikin Kagum

Menarik Dibaca: Layar Huawei MatePad 11.5: Fitur Tersembunyi Ini Bikin Kagum

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×