kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.821   26,00   0,15%
  • IDX 7.887   -442,44   -5,31%
  • KOMPAS100 1.101   -63,78   -5,47%
  • LQ45 800   -33,16   -3,98%
  • ISSI 278   -20,20   -6,79%
  • IDX30 418   -11,50   -2,68%
  • IDXHIDIV20 502   -7,68   -1,51%
  • IDX80 123   -6,46   -5,00%
  • IDXV30 135   -3,96   -2,85%
  • IDXQ30 136   -2,34   -1,69%

Rights Issue Oversubscribe, Sinergi Inti (INET) Kantongi Dana Segar Rp 3,2 Triliun


Senin, 02 Februari 2026 / 10:43 WIB
Rights Issue Oversubscribe, Sinergi Inti (INET) Kantongi Dana Segar Rp 3,2 Triliun
ILUSTRASI. Sinergi Inti Andalan Prima (INET) mencatat oversubscribed fantastis 52 kali lipat saat lakukan rights issue


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)  mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) saat pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue dengan nilai emisi Rp3,2 triliun.

Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif mengatakan, pada pelaksanaan rights issue saham INET tercatat ada 99,3% pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.

Sementara itu, sisanya sebesar 0,7% HMETD yang tidak dilaksanakan, para pemegang saham melakukan pemesanan tambahan (additional subscription) dengan total dana masuk mencapai 52 kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.

Baca Juga: Hartadinata (HRTA) Gandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk Jual Beli Emas Batangan

"Dengan demikian, pada aksi korporasi ini mengalami oversubscribed yang sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap strategi jangka panjang WIFI maupun komitmen perseroan dalam membangun infrastruktur digital yang terjangkau di seluruh Indonesia," kata Arif dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Sekadar informasi, pada pelaksanaan rights issue dengan nilai emisi mencapai Rp 3,2 triliun tersebut, INET menawarkan 12,8 miliar saham baru seharga Rp 250 per lembar. 

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk ekspansi jaringan maupun modal kerja bagi INET dan afiliasinya.

Lebih lanjut manajemen INET mengungkapkan, pendanaan melalui rights issue ini untuk mendukung target kinerja jangka panjang.

Berdasarkan prospektus INET, sekitar Rp 2,94 triliun dari dana hasil rights issue akan disalurkan sebagai setoran modal untuk anak usaha barunya, PT Garuda Prima Internetindo (GPI).

 

GPI akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan teknologi WiFi 7 untuk 2 juta pelanggan di Bali dan Lombok, serta memperkuat modal kerjanya.

Selain itu, Rp 215,38 miliar akan dialihkan kepada anak usaha INET yang lain, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), untuk melunasi biaya Indefeasible Right of Use (IRU) jaringan kabel bawah laut (submarine cable) kepada PT Jejaring Mitra Persada (JMP). Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja INET.

Selanjutnya: Indef Proyeksi Inflasi Naik Bertahap di Kuartal I-2026, Tertekan Faktor Musiman

Menarik Dibaca: Layar Huawei MatePad 11.5: Fitur Tersembunyi Ini Bikin Kagum

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×