Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
OJK dan BEI harus lebih tegas, transparan, dan akuntabel dalam memastikan penegakan aturan, mencegah praktik manipulasi pasar, serta melindungi investor minoritas. Pemerintah juga perlu menjaga komunikasi kebijakan agar tidak menambah ketidakpastian.
Secara teknikal, penutupan IHSG di level 4.904 menunjukkan bahwa support 4.980 telah ditembus dan berpotensi menjadi resistance terdekat. Support berikutnya berada di kisaran 4.850–4.800, dengan risiko pelemahan menuju 4.700 apabila tekanan jual berlanjut.
Peluang rebound akan lebih meyakinkan apabila IHSG mampu kembali menembus 4.980 dan selanjutnya menguji resistance 5.000–5.100, disertai peningkatan volume transaksi dan meredanya tekanan jual asing.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3,78% ke Bawah 5.000, Analis Ungkap Level Kritis Berikutnya
Investor sebaiknya tetap selektif melalui strategi buy on weakness pada emiten berfundamental kuat, menjaga likuiditas, dan menghindari leverage berlebihan.
Pada akhirnya, pemulihan IHSG tidak cukup hanya mengandalkan meredanya sentimen global atau intervensi stabilisasi pasar.
Pemerintah harus memastikan stabilitas politik, kepastian hukum, kredibilitas fiskal, dan konsistensi kebijakan, sementara regulator wajib mempercepat reformasi tata kelola pasar modal.
Sebab, persoalan terbesar saat ini bukan semata-mata harga saham yang terus turun, melainkan terkikisnya kepercayaan investor terhadap kepastian arah ekonomi dan institusi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














