Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026).
Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury menjadi tekanan bagi logam mulia tersebut di tengah penantian investor terhadap hasil pemilu paruh waktu AS.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 3.927,18 per ons troi pada pukul 14.06 waktu setempat. Sebelumnya, harga emas sempat merosot hingga 1% dan menyentuh level terendah harian US$ 3.893,31 per ons troi.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 ditutup turun 0,7% ke US$ 3.940,40 per ons troi.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Ambles 3%, Imbal Hasil Tinggi Mengikis Daya Tarik Emas
Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury menjadi faktor utama yang menekan harga emas.
"Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi tekanan bagi harga emas," ujarnya.
Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, pelemahan harga minyak sempat memberikan ruang bagi emas untuk menguat.
Penurunan harga minyak meredakan sebagian kekhawatiran terhadap inflasi sehingga sempat menopang harga logam mulia sebelum kembali terkoreksi.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Menguat, Investor Cermati Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pelaku pasar kini juga mencermati hasil pemilu paruh waktu AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal pemerintahan.
Sejumlah jajak pendapat dan analis independen memperkirakan Partai Demokrat berpeluang merebut kendali DPR AS dari Partai Republik. Namun, persaingan untuk menguasai Senat masih belum pasti.
Analis pasar Forex.com Fawad Razaqzada menilai, kemenangan besar Partai Demokrat berpotensi menekan dolar AS karena dapat menyulitkan pemerintahan meloloskan sejumlah kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan batas utang pemerintah.
Jika dolar AS melemah, kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan bagi harga emas.
Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember juga menjadi perhatian.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1%, Dolar AS Sentuh Puncak Tertinggi Setahun
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Desember mencapai 79%.
Sementara itu, World Gold Council memangkas proyeksi pertumbuhan investasi emas tahun ini menjadi 200 ton, dari perkiraan sebelumnya sebesar 400 ton. Namun, lembaga tersebut menaikkan estimasi pembelian emas oleh bank sentral.
Pelemahan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 1,9% menjadi US$ 49,69 per ons troi.
Platinum melemah 1,9% ke US$ 1.421,18 per ons troi, sedangkan paladium turun 3,4% menjadi US$ 935,73 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














