kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.769   8,00   0,05%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Harga Minyak Melanjutkan Koreksi Jumat (18/9) Pagi, Kekhawatiran Pasokan Mereda


Jumat, 18 September 2026 / 07:37 WIB
Harga Minyak Melanjutkan Koreksi Jumat (18/9) Pagi, Kekhawatiran Pasokan Mereda
ILUSTRASI. Harga minyak turun tiga hari berturut-turut karena kekhawatiran pasokan mereda dan para pedagang menantikan babak diplomasi perang AS-Iran.(REUTERS/Todd Korol)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak melanjutkan koreksi pada perdagangan Jumat (18/9/2026) pagi. Pukul 07.28 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 100,96 per barel, turun 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 101,91 per barel.

Harga minyak turun tiga hari berturut-turut karena kekhawatiran pasokan mereda dan para pedagang menantikan babak diplomasi selanjutnya terkait perang AS-Iran.

Mengutip Bloomberg, harga minyak Brent turun di bawah US$ 104 per barel setelah turun lebih dari 3% selama dua sesi sebelumnya.

Baca Juga: Proyeksi IHSG Jumat (18/9): Berpeluang Menguat, Pasar Cermati Harga Minyak & The Fed

Di Timur Tengah, Arab Saudi telah bergerak untuk memulihkan kerusakan jalur pipa Timur-Barat ke pantai Laut Merah, untuk mengembalikan sekitar setengah kapasitasnya dalam beberapa hari.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia sedang mendekati keputusan besar apakah akan meningkatkan kembali serangan terhadap Teheran, dengan pertemuan dengan negara-negara eluk Persia yang direncanakan minggu depan, di sela-sela pertemuan PBB.

Selain itu, Trump juga dijadwalkan akan bertemu Presiden China Xi Jinping yang mungkin akan membahas perang tersebut.

Para analis JPMorgan Chase & Co. termasuk Natasha Kaneva mengatakan bahwa lamanya perang Iran dan dampaknya terhadap arus telah menjadi semakin sulit diprediksi.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Melemah Terbatas pada Jumat (18/9), Cermati Sentimen Penggeraknya

"Untuk pertama kalinya sejak dimulainya konflik Iran, kita tidak memiliki pandangan dasar," kata mereka.

"Kita sama sekali tidak tahu bagaimana memodelkan skenario akhirnya."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×