kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

IHSG Jumat (18/9) Diproyeksi Menguat, Ini Sektor Pilihan Analis


Kamis, 17 September 2026 / 20:55 WIB
IHSG Jumat (18/9) Diproyeksi Menguat, Ini Sektor Pilihan Analis
ILUSTRASI. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan berpotensi masih berada dalam fase konsolidasi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan berpotensi masih berada dalam fase konsolidasi. Sejumlah sentimen global dan domestik menjadi perhatian investor, mulai dari perkembangan harga minyak hingga respons pasar terhadap keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

IHSG ditutup menguat 25,58 poin atau 0,40% ke level 6.462,43 pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Penguatan terutama ditopang sektor consumer cyclicals yang naik 1,63%, sementara sektor health care menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,55%.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

"Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level 6.400 dan indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold," ujar Alrich dalam risetnya, Kamis (17/9/2026).

Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.400-6.550 pada perdagangan Jumat.

Baca Juga: IMC Pelita (PSSI) Bakal Jual 85 Juta Saham Treasuri Mulai 21 September

Menurutnya, salah satu sentimen positif bagi pasar berasal dari berlanjutnya koreksi harga minyak Brent yang kembali berada di bawah US$104 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah adanya pemberitaan bahwa Arab Saudi berencana memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa pengiriman minyaknya dalam beberapa hari dan mengembalikannya ke kapasitas operasional penuh dalam waktu sekitar enam pekan.

Di sisi lain, pergerakan rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar. Rupiah melemah 0,33% ke level Rp17.753 per dolar AS di pasar spot pada perdagangan Kamis.

Senada dengan Alrich, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memperkirakan IHSG masih memiliki potensi untuk menguat pada perdagangan Jumat.

"Rentang 6.400-6.510," kata Nico saat memberikan proyeksi perdagangan IHSG.

Ia menilai sejumlah sektor masih berpotensi menjadi perhatian investor, terutama sektor energi, basic industrial, properti, serta transportasi dan logistik.

Sentimen The Fed

Dari pasar global, investor mencermati respons pasar setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi. Bank sentral Amerika Serikat juga mengisyaratkan masih adanya kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Perkembangan kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia.

Baca Juga: Dolar Singapura Masih Stabil, Ini Proyeksi USDSGD hingga Akhir 2026

Sementara itu, harga minyak yang bergerak lebih rendah memberikan tambahan sentimen positif bagi pasar saham. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko inflasi yang berasal dari harga energi.

Kebijakan Ekonomi Jadi Perhatian

Dari dalam negeri, perhatian investor turut tertuju pada arah kebijakan Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara. Komitmen untuk menjaga kredibilitas anggaran menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar.

Selain itu, investor mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia pada pekan depan. Arah kebijakan suku bunga dan respons bank sentral terhadap perkembangan nilai tukar rupiah menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG.

Untuk saham, Nico menyebut sektor energi, basic industrial, properti, serta transportasi dan logistik sebagai sektor yang dapat dicermati investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×