kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.721   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Harga Minyak Melanjutkan Koreksi pada Rabu (26/8) Pagi


Rabu, 26 Agustus 2026 / 07:27 WIB
Harga Minyak Melanjutkan Koreksi pada Rabu (26/8) Pagi
ILUSTRASI. Harga minyak melanjutkan koreksi tiga hari berturut-turut saat Iran dan Oman membahas kerangka kerja sementara. (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Pukul 07.17 WIB, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 80,97 per barel, turun 1,69% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 82,36 per barel.

Harga minyak melanjutkan koreksi tiga hari berturut-turut saat Iran dan Oman membahas kerangka kerja sementara yang bertujuan untuk melanjutkan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Mengutip Bloomberg, Harga minya brent turun ke bawah level US$ 87 per baerl, sehingga penurunan pada pekan ini mencapai 8%.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Rabu (26/8), Cek Rekomendasi Saham Berikut

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan rekan sejawatnya dari Oman, Badr Albusaidi membahas inisiatif untuk membangun koridor maritim Bersama sementara.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Oman, pembicaraan teknis antara kedua pihak akan berlanjut dengan tujuan menyepakati koridor maritim permanen, pengelolaan selat di masa depan, serta mekanisme pertukaran informasi, manajemen lalu lintas dan penyediaan layanan maritim dan keamanan yang relevan.

Harga minyak mentah masih naik sekitar 40% sepanjang tahun ini karena konflik AS-Iran membatasi pasokan dari Teluk Persia.

Investor juga mengabaikan rencana AS untuk meningkatkan tekanan ekonomi pada Teheran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×