kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.769   76,00   0,43%
  • IDX 6.472   34,94   0,54%
  • KOMPAS100 854   3,84   0,45%
  • LQ45 650   2,67   0,41%
  • ISSI 224   1,43   0,64%
  • IDX30 361   1,91   0,53%
  • IDXHIDIV20 451   3,16   0,71%
  • IDX80 97   0,42   0,44%
  • IDXV30 124   0,56   0,45%
  • IDXQ30 116   0,68   0,59%

Segera Ekspansi oleh Pengendali Baru, Ini Profil DPUM dan Kinerja Terbarunya


Kamis, 17 September 2026 / 11:27 WIB
Segera Ekspansi oleh Pengendali Baru, Ini Profil DPUM dan Kinerja Terbarunya
ILUSTRASI. Dpum (Dpum/Dpum)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Simak profil DPUM yang segera melakukan ekspansi. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menjadi salah satu emiten yang mendapat perhatian setelah mengalami perubahan pengendali pada 2026.

Melansir pengumuman BEI, perubahan tersebut terjadi setelah PT Rama Indonesia mengambil alih 59,24% saham DPUM dari PT Pandawa Putra Investama pada Mei 2026.

Masuknya Rama Indonesia yang merupakan bagian dari Unirama Group membawa arah baru bagi DPUM. Selain mempertahankan bisnis utama di sektor perikanan dan pengolahan hasil laut, pengendali baru menyiapkan investasi dan penguatan operasional untuk mendorong pemulihan serta ekspansi bisnis perseroan.

Terbaru, DPUM menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp100 miliar pada 2026. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan EBITDA rata-rata 7,75% per tahun selama periode 2027-2030.

Baca Juga: Pengendali Baru Dua Putra (DPUM) Siapkan Capex Rp 100 Miliar, MTO Mulai 24 September

Pengendali Baru DPUM

Perubahan pengendalian DPUM terjadi setelah PT Rama Indonesia menyelesaikan pembelian 2,473 miliar saham, atau setara dengan 59,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh DPUM.

Transaksi tersebut dilakukan pada 8 Mei 2026 dengan harga Rp88 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp217,65 miliar. Pengambilalihan tersebut sekaligus menjadikan Rama Indonesia sebagai pengendali baru DPUM.

Rama Indonesia merupakan bagian dari Unirama Group, kelompok usaha yang bergerak dalam penyediaan solusi rantai pasok dan distribusi barang konsumsi atau fast-moving consumer goods (FMCG).

Perubahan pengendali tersebut juga diikuti rencana Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) terhadap saham DPUM yang dimiliki pemegang saham publik.

Berdasarkan perkembangan terakhir, periode penawaran dijadwalkan mulai 24 September 2026 hingga 23 Oktober 2026, dengan penyelesaian transaksi dan pembayaran dijadwalkan 9 November 2026, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan arahan OJK.

Baca Juga: TransNusa Ekspansi Rute Internasional, Bidik Semua Segmen Pasar

Rencana Ekspansi DPUM

Masuknya pengendali baru membawa sejumlah rencana pengembangan terhadap bisnis DPUM. Salah satu yang paling besar adalah penyediaan capex Rp100 miliar pada 2026.

Dana tersebut diarahkan untuk pengembangan usaha, optimalisasi fasilitas, peningkatan utilisasi kapasitas operasional, serta pemulihan fasilitas yang terdampak kebakaran.

Selain itu, Unirama Group melihat peluang sinergi melalui jaringan rantai pasok dan distribusinya. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu DPUM dalam:

  • memperkuat rantai pasok;
  • memperluas jaringan distribusi;
  • meningkatkan efisiensi operasional;
  • meningkatkan utilisasi fasilitas produksi;
  • memulihkan fasilitas yang terdampak kebakaran; serta
  • memperluas pasar produk perikanan.

DPUM juga menargetkan pertumbuhan EBITDA rata-rata 7,75% per tahun pada 2027-2030 sebagai bagian dari strategi pengembangan setelah perubahan pengendali.

Melansir data IPOT, harga saham DPUM alami pelemahan pada sesi 1 Kamis (17/9) dengan Rp150/saham atau turun 5,66%.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: Apindo Tegaskan Efisiensi Tenaga Kerja Jadi Opsi Terakhir di Tengah Tekanan Biaya

Lini Bisnis DPUM

DPUM merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perikanan dan pengolahan hasil laut. Model bisnisnya mencakup pengolahan hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Secara umum, lini usaha DPUM mencakup:

Lini Bisnis Kegiatan
Penangkapan ikan Memperoleh bahan baku hasil perikanan
Pengolahan hasil laut Mengolah ikan dan produk seafood
Pembekuan Menjaga kualitas produk melalui fasilitas cold storage
Perdagangan Menjual produk perikanan di pasar domestik
Ekspor Memasarkan produk hasil laut ke pasar luar negeri
Distribusi Menyalurkan produk kepada pelanggan

Produk perikanan yang menjadi bagian dari kegiatan usaha DPUM antara lain ikan, tuna, cumi-cumi, gurita, ikan beku, dan produk olahan hasil laut lainnya.

Dengan masuknya Unirama Group, jaringan distribusi dan rantai pasok menjadi salah satu area yang berpotensi dikembangkan oleh DPUM. Namun, realisasi sinergi tersebut tetap bergantung pada pelaksanaan strategi dan perkembangan operasional perseroan.

Manajemen DPUM

Susunan manajemen DPUM yang tercantum dalam keterbukaan informasi terakhir antara lain sebagai berikut:

1. Direksi

Nama Jabatan
Bambang Panca Putra Yudiono Direktur Utama
R. Sri Dwi Mamik Wijaya Direktur
Adi Winardi Direktur

2. Dewan Komisaris

Nama Jabatan
Sherley Chandra Hadipurnomo Komisaris Utama
Machhendra Setyo Atmaja Komisaris Independen

Susunan tersebut dapat berubah seiring pelaksanaan aksi korporasi dan keputusan RUPS perseroan.

Baca Juga: Suntik Rp 325 Miliar ke Anak usaha untuk Ekspansi, Simak Rekomendasi Saham CMRY

Kinerja Keuangan DPUM Terbaru

Merangkum data BEI, DPUM masih menghadapi tekanan pada semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan kuartal II 2026, pendapatan perseroan tercatat Rp407,5 miliar, turun 29,5% dibandingkan Rp577,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski pendapatan turun, laba kotor justru meningkat menjadi Rp23,3 miliar, dibandingkan Rp11,9 miliar pada 6M25.

Namun, DPUM masih mencatatkan rugi bersih Rp31 miliar, berbalik dari laba bersih sekitar Rp82,4 juta pada semester I 2025. EBITDA juga berubah menjadi negatif Rp1 miliar dari positif Rp22,3 miliar pada periode sebelumnya.

Berikut ringkasan kinerja DPUM:

Kinerja 6M 2026 6M 2025 Perubahan
Pendapatan Rp407,5 miliar Rp577,8 miliar -29,5%
Laba kotor Rp23,3 miliar Rp11,9 miliar +95,8%
EBITDA -Rp1,0 miliar Rp22,3 miliar -104,4%
Laba bersih -Rp31,0 miliar Rp0,1 miliar Berbalik rugi
Margin kotor 5,7% - -
Margin EBITDA -0,2% - -
Margin bersih -7,6% - -

Itulah informasi mengenai profil emiten DPUM yang menjadi sorotan investor.

Tonton: Prabowo Targetkan E20 Mulai 2028! Bensin Indonesia Bakal Campur 20% Bioetanol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×