Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan dolar Singapura (SGD) masih relatif terjaga di tengah dinamika pasar valuta asing global setelah kebijakan suku bunga Amerika Serikat kembali menjadi perhatian investor.
Sentimen terhadap SGD turut dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter antara Amerika Serikat dan Singapura. Selain faktor eksternal, kebijakan nilai tukar yang diterapkan Monetary Authority of Singapore (MAS) menjadi salah satu penopang pergerakan mata uang Negeri Singa tersebut.
Mengacu data Trading Economics pada Kamis (17/9/2026) pukul 19.54 WIB, pasangan dolar AS terhadap dolar Singapura atau USDSGD berada di level 1,27, naik 0,25% secara harian.
Meski demikian, USDSGD masih turun 0,56% dalam sepekan. Sementara dalam periode satu bulan, pasangan mata uang tersebut tercatat menguat 0,24%. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS (DXY) berada di level 100,95.
Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, dolar Singapura memiliki dukungan dari kebijakan moneter Singapura yang menjadikan nilai tukar sebagai instrumen utama.
Baca Juga: Haji Isam Beli 10 Miliar Saham BYAN, Segini Nilainya Jika Pakai Harga Pasar
Dengan demikian, pergerakan SGD tidak semata-mata ditentukan oleh dinamika dolar AS, tetapi juga dipengaruhi kebijakan moneter yang ditempuh otoritas Singapura.
“SGD relatif stabil terhadap dolar AS dan terapresiasi bertahap terhadap mata uang kawasan lainnya. Hal ini didorong kebijakan ketat MAS dan kuatnya neraca modal Singapura,” kata Wahyu kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).
Wahyu menilai kebijakan Monetary Authority of Singapore (MAS) dan kondisi neraca modal Singapura menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan SGD di tengah perubahan sentimen pasar global.
Menurut dia, posisi eksternal Singapura yang kuat turut menjadi faktor pembeda dalam pergerakan SGD dibandingkan dengan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Baca Juga: Bitcoin Tetap Menguat Usai The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan, Cermati Pemicunya
“Diperkirakan bergerak relatif stabil dan terapresiasi bertahap terhadap mata uang kawasan lainnya,” ujar Wahyu.
Proyeksi USDSGD Akhir 2026
Memasuki penghujung tahun, pergerakan dolar Singapura masih akan dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter global dan kondisi pasar valuta asing.
Wahyu memproyeksikan pasangan USDSGD berada dalam rentang 1,2850–1,3200 hingga akhir tahun.
Rentang tersebut menunjukkan ekspektasi terhadap pergerakan SGD yang relatif stabil terhadap dolar AS, dengan tetap mempertimbangkan dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat dan Singapura serta perkembangan sentimen di pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














