kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.831   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Harga Minyak Lanjut Menguat Kamis (20/8) Pagi, Dipicu Ancaman Perang Ekonomi AS-Iran


Kamis, 20 Agustus 2026 / 07:36 WIB
Harga Minyak Lanjut Menguat Kamis (20/8) Pagi, Dipicu Ancaman Perang Ekonomi AS-Iran
ILUSTRASI. Harga minyak menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan langkah-langkah baru untuk menghancurkan ekonomi Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026) pagi. Pukul 07.26 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 85,88 per barel, naik 0,06% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 85,83 per barel.

Harga minyak melanjutkan penguatan empat hari berturut-turut setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan paket langkah-langkah baru untuk menghancurkan ekonomi Iran.

Mengutip Bloomberg, Trump dalam sebuah unggahan di media sosial mengungkapkan langkah-langkah tersebut akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjut Koreksi pada Kamis (20/8), Cermati Rekomendasi Saham Berikut

"Ini akan menjadi hari H-ekonomi dan kita semua membutuhkan seluruh sekutu kita untuk berdiri bersama Amerika Serikat."

Trump menambahkan, negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara atau entitas pemerintah untuk membantu Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar.

Trump juga bilang, aktivitas seperti penyelundupan, transfer uang tunai, pertukaran mata uang dan pendaftaran kapal perlu dihentikan.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat pada Kamis (20/8), Ini Sentimen Pendukungnya

Harga minyak mentah melonjak tajam tahun ini, menyusul pecahnya konflik antara Washington dan Teheran, dimana keduanya terlibat konfrontasi atas Selat Hormuz.

Upaya terbaru pemerintah AS untuk mengalahkan Iran, berisiko memperburuk ketegangan dengan para pembeli minyak mentah iran, termasuk pasar utamanya yaitu China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×