kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga minyak masih berpotensi naik


Senin, 08 Januari 2018 / 07:25 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak masih berupaya melanjutkan penguatan. Setelah koreksi di akhir pekan, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2018 di New York Mercantile Exchange menguat ke US$ 61,64 per barel pada Senin (8/1) pukul 7.11 WIB.

Harga minyak menguat 0,32% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan. Kamis lalu, harga minyak mencapai level tertinggi sejak Juli 2015 di level US$ 62,01 per barel.

Sejalan, harga minyak acuan brent untuk pengiriman Maret 2018 di ICE Futures menguat 0,24% ke US$ 67,78 per barel di awal pekan ini. Akhir pekan lalu, harga minyak brent pun terkoreksi dari level tertinggi sejak Juli 2015.

"Protes di Iran menambah tenaga kenaikan harga minyak yang sudah bullish," kata Norbert Ruecker, head of commodity research Julius Baer kepada CNBC.

Efek pemangkasan produksi OPEC masih menjadi fokus utama pasar. Di sisi lain, stok minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 7,4 juta barel pada pekan terakhir Desember menjadi 424,46 juta barel. 
Data Energy Information Administration ini menunjukkan penurunan stok sebesar 20% dari posisi Maret tahun lalu. Stok minyak juga mendekati rata-rata lima tahun pada 420 juta barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×