Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) dinilai masih menyimpan ruang kenaikan harga saham alias rebound pada 2026. Secara year-to-date saham ISAT memang masih terkoreksi sekitar 8%. Analis menilai pelemahan harga saham ISAT lebih dipengaruhi sentimen pasar ketimbang pelemahan fundamental perusahaan.
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai kinerja fundamental Indosat masih relatif solid, tercermin dari pertumbuhan laba dua digit serta margin yang tetap terjaga.
“Koreksi saham ISAT lebih banyak dipicu sentimen pasar, bukan penurunan fundamental. Laba masih tumbuh dua digit dan margin tetap solid, sehingga ada ruang rebound seiring normalisasi valuasi,” ujar Sukarno kepada Kontan, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Kinerja Operasional Solid, Saham Elnusa (ELSA) Cetak Rekor Tertinggi
Dari sisi katalis jangka pendek, Sukarno menilai momentum Ramadan dan Idulfitri berpotensi mendorong lonjakan trafik data yang berdampak positif terhadap kinerja kuartalan.
“Lonjakan trafik data saat Ramadan dan Lebaran berpeluang meningkatkan ARPU dan pendapatan kuartalan, meski dampaknya cenderung bersifat musiman,” jelasnya.
Sementara dari sisi struktural, implementasi teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang telah digunakan Indosat untuk menangani sekitar 2 miliar ancaman spam dinilai memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan.
“Penerapan AI berpotensi menekan churn dan menjaga ARPU melalui peningkatan kualitas layanan serta efisiensi operasional. Ini menjadi penopang kinerja jangka menengah,” kata Sukarno.
Untuk kinerja sepanjang 2026, Sukarno memproyeksikan pertumbuhan Indosat berada pada level moderat. Ia memperkirakan pendapatan ISAT tumbuh pada kisaran low hingga mid single digit, dengan margin EBITDA yang relatif stabil, didukung oleh leverage operasional.
Dengan valuasi saat ini yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas laba dan stabilitas bisnis, Sukarno menilai saham ISAT masih menarik bagi investor dengan horizon menengah hingga panjang.
“Dengan valuasi saat ini, ISAT masih menarik untuk akumulasi bertahap atau rating hold bagi investor jangka menengah-panjang, dengan target harga di kisaran Rp2.300-Rp2.400 per saham,” pungkasnya.
Selanjutnya: GIIAS 2026 Pasti di ICE BSD, Tak Bergeser ke PIK 2 Tahun Depan
Menarik Dibaca: 8 Manfaat Kesehatan Diet Mediterania yang Tak Banyak Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













