kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Peluang Investor: Moody's Turunkan Outlook, Ini Saham yang Justru Layak Dikoleksi!


Selasa, 10 Februari 2026 / 07:03 WIB
Peluang Investor: Moody's Turunkan Outlook, Ini Saham yang Justru Layak Dikoleksi!
ILUSTRASI. Moody's Bunyikan Alarm Peringatan untuk Emiten Saham, Investor Pilih Beli / Jual?


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings mengirimkan alarm untuk sejumlah emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, investor sebaiknya beli atau jual? 

Alarm dari Moody’s Ratings tersebut berupa penurunan outlook emiten saham. Dalam pernyataan resminya pada 5 Februari 2026, Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Moody’s menyebut, penurunan outlook tersebut didorong oleh menurunnya prediktabilitas kebijakan serta kualitas tata kelola pemerintahan. Jika kondisi ini berlanjut, dikhawatirkan dapat menggerus kredibilitas kebijakan yang selama ini menjadi penopang stabilitas makroekonomi, fiskal, dan sistem keuangan nasional.

Seiring dengan revisi outlook Indonesia, Moody’s Ratings juga mengubah outlook sejumlah perusahaan terbuka dari stabil menjadi negatif. Emiten yang terdampak antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), serta saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Baca Juga: Dirut Samudera Indonesia (SMDR) Borong Saham di Harga Rp 366 Per Saham

Head of Research Maybank Sekuritas Indonesia, Jeffrosenberg Chenlim, menilai dampak keputusan Moody’s akan lebih terasa di pasar valuta asing, obligasi global Indonesia, serta obligasi pemerintah dan korporasi lokal, dibandingkan di pasar saham. Meski demikian, volatilitas jangka pendek pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berpotensi berlanjut.

Tekanan pasar saham juga diperparah oleh aksi jual pasca hasil konsultasi MSCI yang kurang menguntungkan serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menekan harga minyak. Dengan kondisi tersebut, Chenlim merekomendasikan strategi beli saat harga melemah dengan fokus selektif pada saham-saham unggulan berkualitas tinggi.

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menilai koreksi IHSG dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Selain sentimen, penurunan outlook juga berpotensi meningkatkan biaya pendanaan emiten, khususnya bagi perusahaan yang berencana menerbitkan obligasi.

Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai pemangkasan outlook Moody’s tidak mengubah peringkat kredit maupun arus kas operasional emiten. Namun, sentimen risiko dan potensi aliran dana asing keluar dapat menekan harga saham dalam jangka pendek, biasanya bersifat sementara selama satu hingga tiga bulan.

Tonton: PN Jakarta Pusat Ultimatum Pontjo Sutowo: Segera Angkat Kaki dari Hotel Sultan!

Rekomendasi Saham

Sejumlah analis menilai fundamental emiten-emiten yang terdampak revisi outlook masih solid. Berikut rekomendasi saham yang disusun secara sistematis:

Rekomendasi dari Pilarmas Investindo Sekuritas:
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 11.920 per saham  
  Alasan: Produk konsumsi dengan permintaan stabil dan defensif.

- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 3.800 per saham  
  Alasan: Dominasi pasar kuat dan prospek digitalisasi jangka panjang.

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 10.210 per saham  
  Alasan: Fundamental perbankan solid dan kualitas aset terjaga.

Tonton: Survei Indikator Mayoritas Publik Puas dengan Program MBG Prabowo, Khususnya Gen Z

- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 5.650 per saham  
  Alasan: Profitabilitas tinggi dan peran strategis di sektor perbankan.

- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 4.510 per saham  
  Alasan: Fokus UMKM dan pertumbuhan kredit berkelanjutan.

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 5.110 per saham  
  Alasan: Potensi perbaikan kinerja dan valuasi menarik.

Rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 11.400 per saham

- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 6.200 per saham

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 4.700 per saham

- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 4.000 per saham

- PT United Tractors Tbk (UNTR)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 32.000 per saham

Tonton: Waspada Kuman di Baju Thrift, Ini Cara Aman Menanganinya

Rekomendasi dari Maybank Sekuritas Indonesia:

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 10.650 per saham

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)  
  Rekomendasi: Beli  
  Target harga: Rp 4.850 per saham

Secara keseluruhan, analis menilai koreksi akibat revisi outlook Moody’s dapat dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi selektif, dengan tetap memperhatikan valuasi dan profil risiko masing-masing saham.


 

MBG Jakarta Tembus 60%, Kepala BGN Ungkap 475 SPPG Telah Berjalan

Selanjutnya: Peluang Bisnis Alat Berat dari Proyek Sampah

Menarik Dibaca: Rekomendasi HP Murah Spek Dewa 2 Jutaan: Bisa jadi Pilihan HP Gaming

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×