Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings mengirimkan alarm untuk sejumlah emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, investor sebaiknya beli atau jual?
Alarm dari Moody’s Ratings tersebut berupa penurunan outlook emiten saham. Dalam pernyataan resminya pada 5 Februari 2026, Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Moody’s menyebut, penurunan outlook tersebut didorong oleh menurunnya prediktabilitas kebijakan serta kualitas tata kelola pemerintahan. Jika kondisi ini berlanjut, dikhawatirkan dapat menggerus kredibilitas kebijakan yang selama ini menjadi penopang stabilitas makroekonomi, fiskal, dan sistem keuangan nasional.
Seiring dengan revisi outlook Indonesia, Moody’s Ratings juga mengubah outlook sejumlah perusahaan terbuka dari stabil menjadi negatif. Emiten yang terdampak antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), serta saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Baca Juga: Dirut Samudera Indonesia (SMDR) Borong Saham di Harga Rp 366 Per Saham
Head of Research Maybank Sekuritas Indonesia, Jeffrosenberg Chenlim, menilai dampak keputusan Moody’s akan lebih terasa di pasar valuta asing, obligasi global Indonesia, serta obligasi pemerintah dan korporasi lokal, dibandingkan di pasar saham. Meski demikian, volatilitas jangka pendek pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berpotensi berlanjut.
Tekanan pasar saham juga diperparah oleh aksi jual pasca hasil konsultasi MSCI yang kurang menguntungkan serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menekan harga minyak. Dengan kondisi tersebut, Chenlim merekomendasikan strategi beli saat harga melemah dengan fokus selektif pada saham-saham unggulan berkualitas tinggi.
Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menilai koreksi IHSG dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Selain sentimen, penurunan outlook juga berpotensi meningkatkan biaya pendanaan emiten, khususnya bagi perusahaan yang berencana menerbitkan obligasi.
Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai pemangkasan outlook Moody’s tidak mengubah peringkat kredit maupun arus kas operasional emiten. Namun, sentimen risiko dan potensi aliran dana asing keluar dapat menekan harga saham dalam jangka pendek, biasanya bersifat sementara selama satu hingga tiga bulan.
Tonton: PN Jakarta Pusat Ultimatum Pontjo Sutowo: Segera Angkat Kaki dari Hotel Sultan!
Rekomendasi Saham
Sejumlah analis menilai fundamental emiten-emiten yang terdampak revisi outlook masih solid. Berikut rekomendasi saham yang disusun secara sistematis:
Rekomendasi dari Pilarmas Investindo Sekuritas:
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 11.920 per saham
Alasan: Produk konsumsi dengan permintaan stabil dan defensif.
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 3.800 per saham
Alasan: Dominasi pasar kuat dan prospek digitalisasi jangka panjang.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 10.210 per saham
Alasan: Fundamental perbankan solid dan kualitas aset terjaga.
Tonton: Survei Indikator Mayoritas Publik Puas dengan Program MBG Prabowo, Khususnya Gen Z
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 5.650 per saham
Alasan: Profitabilitas tinggi dan peran strategis di sektor perbankan.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 4.510 per saham
Alasan: Fokus UMKM dan pertumbuhan kredit berkelanjutan.
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 5.110 per saham
Alasan: Potensi perbaikan kinerja dan valuasi menarik.
Rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 11.400 per saham
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 6.200 per saham
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 4.700 per saham
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 4.000 per saham
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 32.000 per saham
Tonton: Waspada Kuman di Baju Thrift, Ini Cara Aman Menanganinya
Rekomendasi dari Maybank Sekuritas Indonesia:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 10.650 per saham
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 4.850 per saham
Secara keseluruhan, analis menilai koreksi akibat revisi outlook Moody’s dapat dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi selektif, dengan tetap memperhatikan valuasi dan profil risiko masing-masing saham.
Selanjutnya: Peluang Bisnis Alat Berat dari Proyek Sampah
Menarik Dibaca: Rekomendasi HP Murah Spek Dewa 2 Jutaan: Bisa jadi Pilihan HP Gaming
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)