kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harta Djaya (MEJA) Bakal Masuk Bisnis Batubara, Akuisisi 45% Trimata Coal Perkasa


Selasa, 10 Februari 2026 / 07:27 WIB
Harta Djaya (MEJA) Bakal Masuk Bisnis Batubara, Akuisisi 45% Trimata Coal Perkasa
ILUSTRASI. bisnis batubara


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai kedatangan pemegang saham pengendali baru, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana mengakuisisi strategis di sektor batubara melalui pengambilalihan 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP).

Direktur Utama Harta Djaya Karya Richie Adrian Hartanto menjelaskan, rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian Jual Beli Bersyarat tertanggal 22 Desember 2025. 

“Akuisisi dirancang tanpa penggunaan kas Perseroan, melainkan melalui mekanisme share swap atau metode lain yang tidak membebani likuiditas MEJA,” tulisnya dalam keterbukaan informasi pada Minggu (8/2/2026).

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, MEJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan penambahan modal sebagai bagian dari proses akuisisi.

Baca Juga: Mitra Pinasthika (MPMX) Targetkan Pendapatan Naik 5% - 7% pada 2026, Ini Strateginya

Adapun PT Triple Berkah Bersama (Triple B), sebagai pengendali baru MEJA berencana untuk mengoperasikan penambangan TCP pada 2026 dan melakukan produksi sesuai RKAB. 

Direktur Triple B Noprian Fadli menjelaskan TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang untuk mengelola tambang batubara di Tungkal LIR, Sumatera Selatan.

“Target produksi di 2026 ditetapkan sebesar 1,5 juta ton, dengan Agro Energy Trading Pte. Ltd. sebagai pembeli siaga,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026). 

Tambang TCP sendiri diklaim sebagai aset batubara skala besar dengan luas konsesi sekitar 11.640 hektare. Karakteristik seam yang tebal, metode penambangan open pit, serta kondisi geologi yang ekonomis dinilai mendukung operasi jangka panjang. 

Berdasarkan laporan JORC yang disusun konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP memiliki estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton. 

 

Dengan estimasi laba sebelum pajak US$ 7 per ton–US$ 10 per ton dan rencana produksi 2026 sebanyak 1,5 jt dengan kenaikan 500 ribu ton per tahun hingga tahun 2031. 

Selanjutnya: Prediksi Cuaca Lampung Selasa 10 Februari, Bandar Lampung Hujan Ringan

Menarik Dibaca: Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Selasa 10 Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×