kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Harga CPO Naik 11% Sebulan, Analis Soroti Pengaruh Minyak Mentah dan Produksi


Senin, 16 Maret 2026 / 14:45 WIB
Harga CPO Naik 11% Sebulan, Analis Soroti Pengaruh Minyak Mentah dan Produksi
ILUSTRASI. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menguat seiring meningkatnya permintaan global. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menguat seiring meningkatnya permintaan global serta kenaikan harga energi yang mendorong penggunaan CPO sebagai bahan baku biodiesel.

Mengutip Bloomberg, Senin (16/3/2026), harga CPO untuk pengiriman Mei 2026 di Malaysian Derivatives Exchange berada di level MYR 4.678 per ton, naik 2,32% dari akhir pekan lalu. Dalam sebulan, harga CPO  sudah naik sekitar 11,22%.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan fluktuasi harga CPO saat ini dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah global yang mempengaruhi daya tarik biodiesel berbasis sawit.

Baca Juga: Momen Ramadan dan Arus Mudik 2026 Dongkrak Kinerja Jantra Grupo (KAQI)

Ia juga menambahkan, pengaruh lainnya yaitu kebijakan biodiesel Indonesia serta tingkat produksi di Indonesia dan Malaysia yang menentukan keseimbangan pasokan global. 

"Selain itu, permintaan dari konsumen utama seperti India dan China, persaingan dengan minyak nabati lain seperti soybean oil dan sunflower oil, serta faktor geopolitik dan kondisi logistik global juga turut mempengaruhi," kata Lukman kepada Kontan pada Senin (16/3/2026).

Sementara itu, Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menyebut produksi dan cuaca menjadi sentimen utama yang mempengaruhi fluktuasi harga CPO. 

Baca Juga: Laba Emiten Aguan, Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Naik 47,52% di 2025

"Pemulihan hasil panen di Indonesia (estimasi produksi mencapai 51,2 juta ton) menjadi sentimen penekan harga. Sebaliknya, penurunan produksi di Malaysia akibat masalah tenaga kerja dan penuaan usia pohon memberikan sentimen pendukung," ujar Wahyu. 

Menurut Wahyu pergerakan harga minyak kedelai di bursa Chicago (CBOT) sangat mempengaruhi daya tarik CPO. Jika selisih harga (spread) menipis, konsumen cenderung beralih ke minyak nabati lain.

Wahyu menyebut ketegangan di Timur Tengah dan kebijakan energi Amerika Serikat yang mempengaruhi harga minyak mentah dunia secara tidak langsung berdampak pada nilai ekonomis biodiesel, kemudian merembet naik ke harga CPO.

Selain itu, kata Wahyu, langkah pemerintah Indonesia dalam melakukan penertiban lahan kelapa sawit seluas jutaan hektar menciptakan ketidakpastian produksi jangka menengah yang sering kali memicu lonjakan harga sesaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×