Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia turun untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa (3/2). Harga CPO merosot ke bawah MYR 4.200 per ton dan berada di dekat level terendah dalam seminggu setelah pasar dibuka kembali usai libur.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (3/2), harga CPO terguncang oleh melemahnya minyak nabati Dalian dan penguatan ringgit.
Sentimen semakin tertekan oleh data PMI resmi yang lemah dari China, negara konsumen utama, yang menimbulkan kekhawatiran tentang permintaan jangka pendek.
Namun, kerugian sebagian diimbangi oleh data impor yang lebih kuat dari pembeli utama India. Impor minyak sawit India melonjak 51% pada Januari ke level tertinggi empat bulan, karena diskon besar minyak tropis tersebut dibandingkan dengan minyak kedelai. Kondisi itu mendorong para penyuling untuk meningkatkan pembelian CPO.
Adapun Indonesia, sebagai produsen CPO terbesar di dunia, biro pusat statistik melaporkan ekspor 23,61 juta metrik ton minyak sawit mentah dan olahan pada tahun 2025, naik 9,1% dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, ekspor produk minyak sawit Malaysia naik 17,9% pada Januari menjadi 1,46 juta metrik ton dari Desember, menurut Intertek Testing Services.
Selanjutnya: Transisi Pimpinan, Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI
Menarik Dibaca: Fitur Canggih Vivo X200T: Android 16 dan AI Bikin Hidup Mudah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













