kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Dampak Refocusing Anggaran MBG ke Emiten Konsumer & Poultry, Serta Rekomendasi Analis


Senin, 22 Juni 2026 / 20:15 WIB
Dampak Refocusing Anggaran MBG ke Emiten Konsumer & Poultry, Serta Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Kandang Ayam japfa (Dok/JAPFA)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

Rekomendasi Saham Pilihan

Untuk saham pilihan, Elandry cenderung tetap memilih emiten yang tidak hanya bergantung pada MBG, tetapi punya fondasi bisnis yang kuat walaupun program ini direvisi.

Di sektor poultry, Elandry masih relatif positif pada JPFA dan CPIN karena secara operasional keduanya tetap menjadi proxy utama sektor protein hewani, meski sentimen jangka pendek bisa fluktuatif. 

Sementara untuk konsumen, Elandry lebih memilih pada ICBP dan INDF karena basis memiliki basis permintaan luas, defensif, dan tidak bergantung pada satu program pemerintah.

Baca Juga: Potensi Kenaikan Harga Pakan, Simak Rekomendasi Saham Charoen Pokphand (CPIN)

Lalu, apabila investor ingin exposure ke sektor dairy atau protein dengan risiko lebih tinggi namun growth story masih menarik, CMRY juga masih layak dicermati, hanya saja volatilitas sentimennya biasanya lebih besar. 

Secara indikatif untuk 12 bulan ke depan, Elandry melihat target harga JPFA di kisaran Rp 2.200–Rp 2.500, CPIN Rp 4.000–Rp 4.250, ICBP Rp 7.200–Rp 8.000, INDF Rp 7.200–Rp 7.500, dan CMRY Rp 5.000–Rp 5.200, dengan catatan realisasi MBG, konsumsi domestik, serta margin bahan baku tetap terjaga.

"Untuk investor, pendekatannya lebih cocok accumulate on pullback ketimbang mengejar momentum, karena sentimen refocusing ini masih bisa menjaga volatilitas sektor dalam jangka pendek," jelas Elandry.

Adapun Alrich merekomendasikan buy on support JPFA di level entry sekitar Rp 1.800, target harga Rp 2.100 dan stoplos di bawah Rp 1.750 per saham. CPIN juga disarankan buy on support pada level entry berkisar Rp 3.100, target harga Rp 3.600 dan stoploss di bawah Rp 3.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×