kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Masyarakat Mulai Hati-hati dalam Belanja, Emiten Konsumer Bakal Terimbas


Kamis, 11 Juni 2026 / 18:23 WIB
Masyarakat Mulai Hati-hati dalam Belanja, Emiten Konsumer Bakal Terimbas
ILUSTRASI. Penurunan IKK mengindikasikan masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja dapat berpengaruh ke emiten konsumer


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil survei konsumen Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 berada di posisi 120,9. Angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan posisi April 2026 yang tercatat 123,0.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, mengatakan penurunan IKK mengindikasikan masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam berbelanja, sehingga berpotensi menekan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. 

Emiten yang berfokus pada produk non-primer atau discretionary cenderung lebih terdampak, seperti sektor ritel dan produk premium karena konsumen biasanya menunda pembelian barang sekunder saat keyakinan melemah.

Sebaliknya, emiten consumer staples seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP),  PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) relatif lebih defensif karena produknya merupakan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Yield SBN Naik, Investor Kian Selektif Memilih Obligasi Korporasi

"Namun, karena level IKK masih berada di atas 100, kami melihat daya beli masih berada dalam zona optimistis sehingga dampaknya terhadap sektor konsumer sejauh ini cenderung terbatas," kata Azis kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan dampak penurunan IKK bagi emiten konsumer ialah potensi perlambatan pertumbuhan penjualan, terutama pada segmen barang non primer.

Namun karena IKK masih berada di atas level 100, konsumsi rumah tangga secara umum masih berada dalam fase ekspansi sehingga dampaknya belum terlalu signifikan terhadap kinerja sektor konsumer secara keseluruhan.

Elandry menerangkan emiten yang berpotensi lebih terdampak adalah sektor ritel dan consumer discretionary seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) karena belanja fashion, gaya hidup, dan barang sekunder biasanya lebih sensitif terhadap perubahan keyakinan konsumen.  

Sebaliknya, emiten consumer staples seperti ICBP, MYOR dan CMRY relatif lebih defensif karena produk yang dijual merupakan kebutuhan sehari-hari yang permintaannya cenderung stabil.

"Menurut saya, penurunan IKK kali ini lebih merefleksikan kehati-hatian konsumen daripada sinyal pelemahan konsumsi yang tajam. Maka dari itu, market sentiment terhadap sektor konsumer kemungkinan masih cenderung netral dengan preferensi investor tetap mengarah ke emiten defensif," ucap Elandry kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

 

Berdasarkan strategi investasi, Elandry lebih memilih saham consumer staples dibanding consumer discretionary. Pilihan yang menarik antara lain ICBP dengan target harga Rp 8.000-Rp 9.000, MYOR Rp 2.000, dan CMRY Rp 5.500-Rp 6.000.  

"Ketiga saham itu dipilih lantaran memiliki fundamental yang cukup kuat, pangsa pasar besar, serta lebih tahan terhadap fluktuasi consumer sentiment dibanding emiten yang bergantung pada belanja sekunder," ucap Elandry.

Sementara, Azis merekomendasikan trading buy ICBP dengan target harga Rp 6.825 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×