kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Raih Dana Rp 245 Miliar, Esa Medika (EMMI) Ekspansi Pabrik Alat Kesehatan di Cikupa


Jumat, 07 Agustus 2026 / 16:16 WIB
Raih Dana Rp 245 Miliar, Esa Medika (EMMI) Ekspansi Pabrik Alat Kesehatan di Cikupa
ILUSTRASI. Esa Medika Mandiri (EMMI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (8/7/2026). (DOK/Pulina Nityakanti)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) terus melanjutkan ekspansi bisnis setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026 lalu. 

Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan alat farmasi, laboratorium, dan peralatan kedokteran ini membidik perolehan dana segar untuk memperkuat struktur permodalan dan modal kerja. Dari aksi IPO tersebut, EMMI berhasil meraup dana segar sekitar Rp 245,74 miliar. 

Corporate Secretary EMMI, Nancy Aryanti, mengatakan sebagian dana IPO dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik baru di Cikupa, Tangerang. Ada pun pembangunan fasilitas manufaktur baru tersebut masih berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,04% ke 6.409 pada Jumat (7/8), ISAT, INDY, BUMI Jadi Top Gainers LQ45

“Hal tersebut mencakup pembangunan infrastruktur yang kami targetkan untuk bisa selesai di akhir tahun 2027, instalasi mesin, proses validasi, serta pemenuhan seluruh persyaratan perizinan dan regulasi yang berlaku,” ungkap Nancy kepada Kontan, tak lama ini.

Sebelumnya, Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja, menyebut luas pabrik baru tersebut kira-kira 2.000 sampai 3.000 meter persegi. Nantinya, kata Florian, pabrik di Cikupa tersebut akan digunakan untuk memproduksi alat kesehatan barang habis pakai, salah satunya benang operasi. Fasilitas produksi benang operasi eksisting perseroan saat ini tercatat memiliki kapasitas 4 juta pcs per tahun.

Setelah seluruh tahapan selesai, fasilitas produksi tersebut akan mulai beroperasi secara bertahap. Beroperasinya pabrik baru akan meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan dibandingkan kapasitas saat ini. 

Lebih lanjut Nancy bilang, penambahan kapasitas itu diharapkan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perseroan untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar, memperluas portofolio produk, serta meningkatkan efisiensi operasional dalam jangka panjang.

Berbicara mengenai prospek, Nancy menyebut prospek industri alat kesehatan nasional masih sangat menjanjikan, didukung oleh meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan, serta komitmen pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri. 

“Melalui ekspansi ini, perseroan optimistis dapat memperkuat posisi sebagai salah satu produsen alat kesehatan nasional yang kompetitif dan berkelanjutan,” jelas Nancy.

Baca Juga: Aspirasi Hidup (ACES) Untung Besar dari Dolar AS Laba Naik, Ini Dampak Masuknya ACE

Untuk pemasaran produknya, fokus utama EMMI saat ini masih berada di pasar domestik yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan sangat besar. Perseroan berencana dapat meningkatkan kualitas dan daya saing sebelum memutuskan untuk dapat bersaing di pasar internasional. 

Sejauh ini, struktur pendapatan EMMI masih terkonsentrasi pada segmen pemerintah. Di sisi lain, EMMI juga mulai membidik peningkatan penjualan ke segmen nonpemerintah. 

Nancy mengatakan, rumah sakit swasta, klinik, dan sektor kesehatan lainnya merupakan peluang pertumbuhan yang sangat potensial. Untuk itu, perseroan akan memperkuat penetrasi ke segmen tersebut melalui pengembangan jaringan pemasaran dan distribusi, peningkatan edukasi produk kepada tenaga kesehatan, perluasan kerja sama dengan distributor strategis, serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar swasta.

"Strategi diversifikasi basis pelanggan ini diharapkan dapat menciptakan komposisi pendapatan yang lebih seimbang sehingga ketahanan bisnis perseroan menjadi lebih baik terhadap dinamika pengadaan di masing-masing segmen pasar," jelasnya.

Sebagai produsen alat kesehatan, terkait pelemahan nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir, Nancy mengakui pergerakan kurs menjadi salah satu faktor eksternal yang terus dipantau perseroan, terutama terhadap komponen modal, bahan baku, dan material tertentu yang masih diperoleh dari luar negeri.

Meski demikian, ia menegaskan dampak pelemahan rupiah masih dapat dikelola manajemen EMMI melalui berbagai langkah mitigasi, seperti diversifikasi pemasok, peningkatan efisiensi operasional, pengelolaan persediaan yang lebih optimal, serta evaluasi berkala terhadap struktur biaya.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,04% ke 6.409 pada Jumat (7/8), ISAT, INDY, BUMI Jadi Top Gainers LQ45

Selain itu, EMMI juga terus meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada produk-produknya guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor sekaligus meningkatkan daya saing.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, penjualan bersih EMMI melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi Rp 65,4 miliar, dibandingkan Rp 15,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja itu turut tecermin dari penyusutan rugi bersih sebesar 36,44% menjadi Rp 29,95 miliar, dibandingkan Rp 47,12 miliar pada semester I 2025. 

Untuk sisa 2026, Nancy optimistis prospek kinerja perseroan tetap positif. Hal ini didukung oleh meningkatnya kebutuhan produk alat kesehatan, rencana perluasan kapasitas produksi, serta berbagai inisiatif pengembangan bisnis yang tengah dijalankan.

Pasca IPO, Nancy bilang perseroan berkomitmen menggunakan dana hasil penawaran umum secara optimal sesuai rencana, terutama untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing.

Selain itu, EMMI juga akan terus memperluas portofolio produk, memperkuat pasar domestik, meningkatkan inovasi, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) guna menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

“Perseroan tetap optimistis bahwa strategi tersebut akan menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan jangka panjang EMMI di tengah dinamika industri alat kesehatan yang terus berkembang,” pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Delisting, Indointernet (EDGE) Telah Serap 7,1 Juta Saham di Harga Rp 11.500

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×