kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Harga Emas Rebound ke US$ 4.300, Analis Proyeksikan US$ 6.000 di Akhir 2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 16:12 WIB
Harga Emas Rebound ke US$ 4.300, Analis Proyeksikan US$ 6.000 di Akhir 2026
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas Batangan (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali menunjukkan taji dan berpotensi memasuki fase pembalikan arah ke tren menguat (bullish reversal) seiring meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah serta merosotnya indeks dolar AS.

Mengutip data Trading Economics, harga emas berada di level US$ 4.310,25 per ons troi atau naik 1,66% (70,4 poin), dengan secara mingguan melonjak 6,58%, menguat 5,73% dalam sebulan, meski masih terkoreksi tipis 0,25% secara year-to-date (YTD), dan melesat 26,77% secara year-on-year (YoY).

Kenaikan tajam harga logam mulia ini tidak lepas dari dinamika makroekonomi global serta pergeseran isu geopolitik yang diantisipasi oleh pasar.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar sejak Januari 2026

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menjelaskan bahwa pergerakan emas (XAUUSD) sempat merosot dari rekor tertingginya akibat pergeseran kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang cenderung mengetat.

Selain itu, lonjakan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz sempat memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun melampaui 4,7%.

Namun, langkah deeskalasi konflik oleh AS serta wacana pembukaan kembali Selat Hormuz antara Iran dan Oman menjadi angin segar bagi pasar keuangan.

Tekanan inflasi pun mereda seiring merosotnya harga minyak, diikuti oleh intervensi pasar mata uang yang menekan dolar AS hingga membuat mata uang global dan rupiah menguat.

Meski sempat tertinggal, harga emas berhasil keluar dari tekanan dan diyakini telah menemukan titik terendahnya di kisaran US$ 3.943 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Bertahan di Level Tertingi dalam 7 Pekan, Cermati Pemicunya

Wahyu menilai prospek jangka pendek emas kini berada dalam fase konsolidasi yang cenderung menguat di area US$ 4.000 hingga US$ 4.300 per ons troi.

"Sepertinya XAUUSD makin potensial untuk rebound bahkan reversal kembali bullish," ujar Wahyu kepada Kontan, Jumat (7/8/2028).

Untuk saat ini, ekspektasi arah suku bunga The Fed masih menjadi penggerak harian paling dominan bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Wahyu menyarankan para investor untuk menerapkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) atau akumulasi saat terjadi koreksi (buy on weakness), serta menjaga porsi alokasi emas sebesar 5% hingga 15% dalam portofolio sebagai instrumen lindung nilai (hedging).

Memasuki paruh kedua tahun ini, penguatan emas diproyeksikan berlanjut menembus area resistance jangka menengah di level US$ 4.500 hingga US$ 4.800 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Menguat Usai Minyak Anjlok, Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Dalam jangka panjang hingga penutupan tahun, emas diperkirakan memiliki ruang gerak yang sangat luas untuk memecahkan rekor baru.

"Target akhir tahun testing high dan bahkan potensial mencetak rekor tertinggi baru di area US$ 5.000-US$ 6.000," tutup Wahyu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×