Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Emiten Terdampak
Elandry menerangkan emiten yang paling sensitif adalah perusahaan yang punya keterkaitan langsung dengan pasokan protein hewani dan makanan olahan, seperti CPIN, JPFA, CMRY, hingga ICBP.
Sebab, saham-saham ini sebelumnya cukup lekat dengan narasi MBG sebagai sumber incremental demand, sehingga ketika anggaran dipangkas, ekspektasi pasar terhadap potensi volume juga ikut lebih moderat.
Bagi investor, Elandry bilang sentimen ini sebaiknya disikapi secara selektif dan tidak perlu diartikan negatif untuk seluruh sektor.
Fokusnya tetap pada emiten dengan fundamental kuat, market share besar, dan bisnis inti yang tetap solid meski kontribusi MBG nantinya tidak sebesar perkiraan awal.
Baca Juga: Gelar RUPSLB, Puri Sentul Permai (KDTN) Rombak Jajaran Pengurus
Alrich turut menuturkan emiten yang paling sensitif terhadap perkembangan MBG adalah perusahaan yang memiliki keterkaitan langsung dengan pasokan bahan pangan dan protein.
Dari sektor poultry, beberapa yang dapat dicermati antara lain CPIN, JPFA, MAIN.
Pasalnya, ketiganya memiliki eksposur besar pada produksi ayam dan produk turunannya yang berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok program MBG.
Selain itu terdapat ULTJ dan CMRY yang memiliki eksposur pada produk susu dan nutrisi apabila pemerintah memperluas variasi menu program.
Sementara dari sektor konsumer secara umum, dampaknya cenderung tidak langsung sehingga pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan kemungkinan lebih kecil dibanding emiten poultry.
Investor tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap penyesuaian anggaran ini. Pasar perlu membedakan antara pengurangan ekspektasi pertumbuhan dan penurunan fundamental bisnis.
Saat ini yang terjadi lebih mendekati penyesuaian ekspektasi dibanding perubahan fundamental.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham MIDI, MAPA, MAPI dan ACES untuk Perdagangan Senin (22/6)
Dus, investor sebaiknya tetap fokus pada pertumbuhan volume penjualan, margin keuntungan, harga bahan baku, dan efisiensi operasional perusahaan.
Karena faktor-faktor tersebut masih akan menjadi penentu utama kinerja emiten dibanding perubahan anggaran MBG semata.
Dalam jangka pendek sentimen ini berpotensi memicu profit taking pada saham-saham yang sebelumnya naik karena tema MBG. Namun dalam jangka menengah, pasar akan kembali fokus pada realisasi kinerja keuangan masing-masing emiten.














