kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Rupiah Menguat ke Rp 17.897, Pasar Masih Pantau Konflik Timur Tengah dan Data AS


Jumat, 07 Agustus 2026 / 16:36 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 17.897, Pasar Masih Pantau Konflik Timur Tengah dan Data AS
ILUSTRASI. Aktivitas di Cash Center Bank BNI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berhasil menguat di akhir pekan ini. Rupiah di pasar spot, rupiah menguat 0,15% menjadi Rp 17.897 per dolar Amerika Serikat (AS). Sepekan, kurs rupiah spot masih menguat 0,69% dari posisi Rp 18.022 per dolar AS pada Jumat (31/7) lalu.

Sedangkan kurs rupiah Jisdor hari ini stagnan di Rp 17.913. Sepekan, kurs rupiah Jisdor masih menguat 0,80% dari posisi Rp 18.058 per dolar AS pada Jumat pekan lalu.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah dalam sepekan terakhir didukung oleh penurunan harga minyak dunia di tengah harapan perdamaian serta kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Emas Berpeluang Tembus US$ 4.500 per Ons Troi hingga Akhir 2026

Selain itu, data ekonomi domestik yang solid turut menopang pergerakan rupiah. "Rupiah sepekan ini menguat terhadap dolar AS didukung oleh menurunnya harga minyak dunia di tengah harapan perdamaian dan dibukanya Selat Hormuz. Data-data ekonomi domestik yang solid juga mendukung rupiah," ujar Lukman, Jumat (7/8).

Sementara itu, Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan dolar AS.

Menurutnya, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat menjadi perhatian investor. Namun, dari sisi domestik, posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap kuat turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Lukman memperkirakan, rupiah masih berpotensi melanjutkan penguatan apabila tidak terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah dan data inflasi AS menunjukkan perlambatan sesuai ekspektasi pasar. Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.750-Rp 18.150 per dolar AS. Sementara Ibrahim memperkirakan rupiah pada pekan depan akan bergerak fluktuatif dengan rentang Rp 17.780-Rp 18.020 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×