Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju harga emas dunia diperkirakan masih dibayangi volatilitas tinggi, di mana penguatannya akan sangat bergantung pada stabilitas harga minyak mentah, rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, serta dinamika ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Berdasarkan data Trading Economics, harga emas berada di level US$ 4.310,25 per ons troi atau naik 1,66% (70,4 poin), dengan secara mingguan melonjak 6,58%, menguat 5,73% dalam sebulan, meski masih terkoreksi tipis 0,25% secara year-to-date (YTD), dan melesat 26,77% secara year-on-year (YoY).
Pergerakan harga emas ini tengah mencerminkan penyesuaian pasar terhadap ketidakpastian makroekonomi global serta arah kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga: Raih Dana Rp 245 Miliar, Esa Medika (EMMI) Ekspansi Pabrik Alat Kesehatan di Cikupa
Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa mengatakan, bahwa ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah sejauh ini masih menjadi penopang utama permintaan emas sebagai aset aman.
Hal ini menjaga harga emas tetap stabil bertengger di atas level US$ 4.200 per troi ons dan mendekati US$ 4.300 per ons troi.
Meski begitu, arah pergerakan dalam emas jangka pendek turut menanti kepastian kondisi ekonomi AS.
"Dalam waktu dekat, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat," ungkap Amru kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).
Apabila data ketenagakerjaan melambat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berpotensi surut sehingga menjadi sentimen positif bagi emas.
Sebaliknya, data yang lebih kuat berisiko memicu penguatan dolar AS dan menahan penguatan emas.
Di sisi lain, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyoroti keterkaitan erat antara emas dan pergerakan harga komoditas energi.
Menurut Lukman, pergerakan emas masih sangat tergantung pada situasi geopolitik Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia.
"Harga emas bisa kembali naik apabila harga minyak dunia sudah stabil di bawah $80," kata Lukman.
Baca Juga: IHSG Fluktuatif, Ini Strategi Investasi Reksadana yang Tepat
Jika harga minyak belum mampu melandai di bawah level tersebut, emas diperkirakan akan sulit keluar dari rentang US$ 4.000 hingga US$ 4.400 per ons troi.
Melihat harga emas yang kini telah menghampiri US$ 4.300 per ons troi, Lukman menyarankan investor untuk lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru melakukan pembelian secara agresif.
"Untuk perkembangan saat ini, level 4000-4200 adalah level yang ideal untuk nyicil. Contohnya sekarang harga sudah menghamipri $4300, jadi untuk saat ini baiknya hold," tutur Lukman.
Ia menambahkan bahwa bagi investor jangka panjang, strategi menyicil secara berkala tetap menjadi opsi terbaik karena ditopang oleh permintaan fisik.
Terkait proyeksi hingga akhir tahun, Amru memperkirakan harga emas dunia berpotensi bergerak di kisaran US$ 4.300 hingga US$ 4.600 per ons troi.
Sementara di pasar domestik, harga emas batangan Antam diproyeksikan berada pada rentang Rp 2.650.000 hingga Rp 2.900.000 per gram, tergantung dari pergerakan harga emas global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sementara itu, Lukman optimistis bahwa target penguatan emas bisa melaju lebih tinggi seiring dengan anggapan konsensus pasar saat ini.
Ia menargetkan harga emas dunia dapat menyentuh kisaran US$ 4.600 hingga US$ 4.800 per ons troi pada akhir tahun.
Baca Juga: Harga Emas Rebound ke US$ 4.300, Analis Proyeksikan US$ 6.000 di Akhir 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
