kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.839   50,00   0,28%
  • IDX 6.146   -75,09   -1,21%
  • KOMPAS100 813   -11,44   -1,39%
  • LQ45 615   -10,56   -1,69%
  • ISSI 210   -2,08   -0,98%
  • IDX30 348   -6,80   -1,91%
  • IDXHIDIV20 426   -9,90   -2,27%
  • IDX80 92   -1,44   -1,53%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 111   -2,88   -2,52%

Cermati Arah Suku Bunga BI, Reksadana Pasar Uang Bisa Jadi Opsi Diversifikasi


Kamis, 18 Juni 2026 / 12:32 WIB
Cermati Arah Suku Bunga BI, Reksadana Pasar Uang Bisa Jadi Opsi Diversifikasi
ILUSTRASI. Reksadana pasar uang tawarkan imbal hasil menarik hingga 6% per tahun.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini. Mencermati perkembangan tersebut, reksadana pasar uang dinilai menarik menjadi salah satu opsi diversifikasi portofolio investor. 

CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra memandang secara keseluruhan prospek reksadana pasar uang masih positif karena instrumen dasarnya, seperti deposito dan surat utang jangka pendek, masih menawarkan imbal hasil yang menarik dengan risiko yang relatif rendah. Instrumen ini juga tetap menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian pasar. 

“Reksadana pasar uang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen likuiditas, penempatan dana jangka pendek dan diversifikasi portofolio. Instrumen ini juga cocok sebagai tempat parkir dana sambil menunggu peluang investasi yang lebih menarik di aset berisiko,” jelas Guntur kepada Kontan, Kamis (18/6/2026). 

Baca Juga: Jelang Pengumuman RDG BI, Rupiah Melemah ke Rp 17.796 per Dolar AS di Tengah Hari

Ke depan, Guntur mengatakan bahwa investor perlu mencermati arah suku bunga BI dan The Fed, perkembangan inflasi, kondisi likuiditas perbankan, nilai tukar rupiah, serta pertumbuhan ekonomi domestik yang dapat memengaruhi tingkat imbal hasil instrumen pasar uang. 

Lebih lanjut Guntur menyampaikan dalam mengelola produk reksadana pasar uang, Pinnacle Investment saat ini berfokus pada strategi preservasi modal dan optimalisasi likuiditas. Pinnacle Investment menjaga portofolio pada instrumen yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. 

Pendekatan ini menjadi semakin penting mengingat pasar obligasi masih mengalami koreksi yang cukup dalam dan relatif lebih rentan terhadap risiko likuiditas.

Oleh karena itu, pihaknya mengutamakan fleksibilitas portofolio serta kemampuan untuk merespons perubahan kondisi pasar dengan cepat sambil tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi investor. 

“Dengan asumsi kondisi pasar dan suku bunga relatif stabil, kami menargetkan return reksadana pasar uang Pinnacle di kisaran 5% – 6% per tahun (annualized), dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi pasar ke depan,” ucap Guntur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×