kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Yield 11%, Saham Tambang Batubara Ini Siap Beri Dividen Rp 48.613 Per Lot


Kamis, 18 Juni 2026 / 05:00 WIB
Yield 11%, Saham Tambang Batubara Ini Siap Beri Dividen Rp 48.613 Per Lot
ILUSTRASI. Yield 11%, Saham Tambang Batubara Ini Siap Beri Dividen Rp 48.613 Per Lot


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dividen jumbo kembali tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dividen saham ini hampir mencapai Rp 50.000 per lot.

Dividen saham tersebut berasal dari PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (15/6/2026), perseroan menyetujui pembagian dividen tunai dari laba tahun buku 2025.

BSSR menetapkan dividen final sebesar US$ 70 juta yang akan dibagikan kepada 2,62 miliar saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Dengan jumlah tersebut, setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar US$ 0,0267533 per saham atau setara sekitar Rp 486,13 per saham menggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 18.171 per dolar AS.

Walhasil, setiap lot saham perusahaan tambang batubara ini mencapai Rp 48.613 sebelum potong pajak.

Baca Juga: Kinerja Antam (ANTM) Kuartal III-2026 Diproyeksi Solid, Simak Rekomendasi Sahamnya

Dividen BSSR ini akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada 26 Juni 2026.

Jika mengacu pada kisaran harga saham BSSR saat ini, pembagian dividen tersebut mencerminkan dividend yield yang relatif menarik. Kondisi ini sejalan dengan karakteristik emiten batu bara yang dikenal memiliki kebijakan pembagian dividen yang cukup besar kepada pemegang saham.

Pada perdagangan Rabu 17 Juni 2026, harga saham BSSR Rp 4.300, naik 10 poin atau 0,23% secara harian. Dengan harga tersebut, yield dividen saham BSSR mencapai 11,30%.

Manajemen BSSR menyampaikan bahwa kebijakan pembagian dividen tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, dengan tetap menjaga kesehatan keuangan dan kebutuhan operasional perseroan.

“Pembagian dividen ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan operasional perusahaan,” ujar manajemen dalam paparan publik, Senin (15/6/2026).

Tonton: Solar Langka di Sumatera, Logistik Lumpuh dan Sopir Truk Menjerit

RUPST Setujui Laporan Keuangan 2025

Selain menyetujui pembagian dividen tunai, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan serta laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit.

Dalam agenda lainnya, para pemegang saham memberikan kewenangan kepada dewan komisaris untuk menunjuk kantor akuntan publik yang akan melakukan audit atas laporan keuangan tahun buku 2026.

BSSR Rombak Susunan Komisaris dan Direksi

RUPST BSSR juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Sejumlah anggota dewan komisaris dan direksi mengundurkan diri dan digantikan oleh nama-nama baru untuk melanjutkan sisa masa jabatan hingga RUPST tahun buku 2026.

Pada jajaran komisaris, Anjali Pandey dan Seok Chul Sohn ditunjuk sebagai komisaris menggantikan pejabat sebelumnya. Sementara itu, Rajesh Daga dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama dan Dongho Lee ditunjuk sebagai direktur.

Perseroan berharap perubahan susunan pengurus tersebut dapat memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung keberlanjutan kinerja usaha di masa mendatang.

Tonton: Harga Batu Bara Terancam Meledak! China dan Indonesia Picu Kekhawatiran Pasokan Global

Struktur Pemegang Saham BSSR

Berdasarkan data perseroan, struktur kepemilikan saham BSSR masih didominasi oleh PT Wahana Sentosa Cemerlang dengan porsi kepemilikan sebesar 50,001%.

Sementara itu, sebanyak 49,999% saham BSSR dimiliki oleh masyarakat. Komposisi kepemilikan tersebut menunjukkan tingkat free float yang cukup besar di pasar, sehingga saham BSSR tetap memiliki likuiditas yang terjaga di Bursa Efek Indonesia.


 

OJK Minta Investor Tak Panik! Jelang Keputusan MSCI, Dana Asing Masih Net Sell

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×