Reporter: Vina Elvira | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) bangkit pada perdagangan Rabu 17 Juni 2026 usai melorot tajam sejak awal tahun ini. Namun ingat, saham perusahaan menara milik Saratoga Grup tersebut memasuki cum dividen date hari ini, Kamis 18 Juni 2026.
Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen. Investor yang membeli saham paling lambat saat cum date dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan akan mendapat hak pembayaran dividen.
Diberitakan sebelumnya, TBIG menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 1,05 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TBIG yang digelar, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat, Fokus Tertuju pada Keputusan Suku Bunga The Fed
Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp1,05 triliun atau sekitar 74% dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen TBIG itu setara Rp 47 per saham atau Rp 4.700 per lot.
“Dividen akan didistribusikan pada tanggal 9 Juli 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat di daftar pemegang saham pada tanggal recording date 22 Juni 2026,” ungkap Helmy, dalam agenda paparan publik, Selasa (9/6/2026).
Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen saham TBIG:
- Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 18 Juni 2026
- Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 19 Juni 2026
- Recording Date (Daftar Pemegang Saham): 22 Juni 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen: 9 Juli 2026
Tonton: OJK Minta Investor Tak Panik! Jelang Keputusan MSCI, Dana Asing Masih Net Sell
Investor harus waspada dengan potensi dividen trap. Dividen trap adalah fenomena penurunan harga saham pasca cum dividen berakhir. Dividen trap bisa saja terjadi karena harga saham TBIG belakangan ini naik tinggi.
Harga saham TBIG pada perdagangan Rabu 17 Juni 2026 ditutup di Rp 1.430 naik 55 poin atau 4% secara harian. Padahal sepanjang tahun ini harga saham TBIG tren melemah, dengan akumulasi penurunan sejak awal tahun 2026 sebanyak 45% atau susut Rp 1.170.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













