kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.845   56,00   0,31%
  • IDX 6.153   -67,88   -1,09%
  • KOMPAS100 815   -10,21   -1,24%
  • LQ45 616   -9,58   -1,53%
  • ISSI 210   -2,18   -1,03%
  • IDX30 349   -6,24   -1,76%
  • IDXHIDIV20 427   -9,60   -2,20%
  • IDX80 93   -1,24   -1,32%
  • IDXV30 114   -1,18   -1,02%
  • IDXQ30 112   -2,75   -2,40%

Harga Emas Diproyeksi Melandai di Semester II-2026, Cek Rekomendasi Saham ANTM


Kamis, 18 Juni 2026 / 12:51 WIB
Harga Emas Diproyeksi Melandai di Semester II-2026, Cek Rekomendasi Saham ANTM
ILUSTRASI. Rekomendasi saham Antam (ANTM)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada semester II-2026 diperkirakan menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari potensi normalisasi harga emas setelah mencetak kenaikan signifikan pada kuartal pertama tahun ini.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su menilai harga emas berpeluang bergerak lebih landai dibandingkan periode Januari-Maret 2026.

"Tantangan pada semester II-2026 adalah harga emas yang berpotensi melandai dibanding kuartal I-2026 di tengah inflasi, potensi suku bunga yang lebih tinggi, dan situasi Timur Tengah yang tampaknya sudah menemukan titik keluar," ujar Harry kepada Kontan pada Rabu (17/6/2026).

Sebagai informasi, ANTM membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 29,32 triliun pada kuartal I-2026, naik 12,12% secara tahunan (year on year/YoY).

Di saat yang sama, laba bersih perseroan melesat 61,9% YoY menjadi Rp 3,4 triliun dari Rp 2,1 triliun pada kuartal I-2025. Segmen emas berkontribusi 81% terhadap total pendapatan ANTM pada kuartal I-2026 sebesar Rp 23,89 triliun.

Baca Juga: Sucor AM Perkuat Strategi Investasi, Kelola Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun

Selain faktor harga emas, pasar juga perlu mencermati perkembangan pemulihan rantai pasok perusahaan yang sempat terdampak gangguan operasional, yaitu tambang Grasberg pada tahun lalu.

Menurut Harry, tingkat pemulihan pasokan dari Grasberg akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja operasional ANTM hingga akhir tahun.

Untuk semester II-2026 investor juga perlu memperhatikan sejumlah sentimen yang berpengaruh terhadap harga emas global.

"Beberapa sentimen yang perlu diperhatikan adalah suku bunga The Fed, arah dolar AS, serta perkembangan konflik di Timur Tengah," kata Harry.

Di sisi lain, berbagai wacana kebijakan pemerintah seperti pembentukan lembaga ekspor terpusat, pungutan ekspor, kenaikan royalti, hingga windfall tax juga berpotensi memengaruhi prospek emiten pertambangan.

Namun, Harry menilai kenaikan tarif royalti menjadi faktor yang paling berisiko terhadap profitabilitas ANTM.

 

"Royalti adalah sentimen yang dampaknya paling besar dalam menggerus laba perseroan. Namun demikian, sejauh ini pemerintah masih menunda implementasi tarif royalti baru tersebut," ujar Harry.

Meski demikian, prospek saham ANTM masih dinilai menarik. Harry mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp 4.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×