kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Di Januari 2026, Kinerja Reksadana Pasar Uang Paling Moncer Ketimbang Jenis Lain


Selasa, 03 Februari 2026 / 15:20 WIB
Di Januari 2026, Kinerja Reksadana Pasar Uang Paling Moncer Ketimbang Jenis Lain
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana, uang rupiah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja reksadana pada Januari 2026 bervariasi. Berdasarkan data Infovesta, reksadana pasar uang mencetak kinerja tertinggi yakni 0,42%, diikuti reksadana campuran 0,17%. Sementara reksadana pendapatan tetap mencatat kinerja -0,09% dan reksadana saham -0,50%. 

Jika dilihat secara year to date (ytd) per Januari 2026, 10 produk reksadana saham terbaik mencetak return 6,91% sampai 13,72%. 10 produk reksadana campuran terbaik membukukan kinerja 4,98% sampai 11,36%. 

Lalu, 10 produk reksadana pendapatan tetap terbaik mencatat kinerja 0,55% sampai 0,75%. Sementara sepuluh produk reksadana pasar uang terbaik mengantongi return 0,44% sampai 0,54%. 

Baca Juga: IHSG Alami Volatilitas, Investor Bisa Beralih ke Instrumen Investasi Defensif

Memasuki tahun 2026, Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Danica Adhitama mengatakan, outlook ekonomi Indonesia terlihat optimistis meski diwarnai ketidakpastian global. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4% hingga bahkan 6%, didorong oleh penguatan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB), stabilitas makroekonomi, dan inflasi yang ditargetkan di bawah 3,5%.

Dari sisi moneter, sepanjang tahun 2026, penurunan suku bunga dinilai masih terbuka meski akan cukup terbatas dibanding tahun 2025. Tren suku bunga memang menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Di tengah ketegangan geopolitik global yang meningkat, Bank Indonesia diprediksi akan fokus pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

Berdasarkan proyeksi beberapa indikator ekonomi domestik tersebut, prospek reksadana di tahun 2026 terlihat cerah meski dengan fluktuasi yang relatif lebih tinggi. 

“Namun, investor perlu waspada terhadap risiko seperti volatilitas rupiah dan penundaan pemulihan jika realisasi belanja pemerintah lambat serta geopolitik yang semakin memanas. Untuk itu, diversifikasi investasi memainkan peranan penting untuk mencapai tujuan investasi di 2026,” ujar Danica kepada Kontan, Selasa (3/2/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×