kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BWPT belum minat masuk pengolahan biodiesel


Kamis, 27 November 2014 / 20:16 WIB
BWPT belum minat masuk pengolahan biodiesel
ILUSTRASI. Petugas menunjukan emas batangan seberat 1 kg hasil produksi PT Aneka Tambang (ANTAM) di Jakarta, Senin (19/1). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/19/01/2015


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah terus fokus pada pengembangan energi alternatif, biodiesel. Hal ini tentunya bisa membuat permintaan hasil olahan sawit meningkat, dan menjadi peluang bisnis bagi emiten perkebunan seperti PT BW Plantation Tbk (BWPT).

Namun, perseroan masih belum memiliki rencana untuk masuk kedalam bisnis pengolahan biodiesel tersebut. "Tentunya akan kami pertimbangkan, tapi tidak dalam waktu dekat," imbuh Presiden Direktur BWPT Abdul Halim bin Ashari, Kamis (27/11).

Sebab, pengolahan biodiesel baru bisa dilakukan jika sebuah perusahaan sawit telah mencapai skala ekonomisnya. Sementara, BWPT belum mencapai skala tersebut. BWPT baru bisa mencapai skala ekonomis jika kapasitas produksi CPO -nya telah melebihi 350.000 ton per tahun. Untuk batas amannya, skala ekonomis BWPT baru bisa tercapai di angka 500.000 ton per tahun.

Jadi, daripada mengeluarkan modal untuk investasi pengolahan biodiesel, lebih baik dananya digunakan untuk kebutuhan penanaman lahan perseroan. Lahan tertanam yang lebih luas bisa membuat skala ekonomis BWPT bisa segera cepat tercapai.

Nah, sebutlah BWPT bisa mencapai target skala ekonomisnya tersebut. Lagipula, perseroan memang memiliki target kapasitas produksi 350.000 ton untuk jangka waktu dua tahun kedepan. Tapi, bukan berarti hal ini membuat perseroan ingin masuk dan mencicipi bisnis pengolahan biodiesel.

Soalnya, infrastuktur penunjang untuk mendukung bisnis ini juga tidak murah. BWPT masih harus membangun refinery, jalan, dan infrastruktur penunjang lainnya.

"Jadi, kami tidak akan dibebankan dengan capital yang terlalu besar," pungkas Halim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×