kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BWPT belum minat masuk pengolahan biodiesel


Kamis, 27 November 2014 / 20:16 WIB
BWPT belum minat masuk pengolahan biodiesel
ILUSTRASI. Petugas menunjukan emas batangan seberat 1 kg hasil produksi PT Aneka Tambang (ANTAM) di Jakarta, Senin (19/1). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/19/01/2015


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah terus fokus pada pengembangan energi alternatif, biodiesel. Hal ini tentunya bisa membuat permintaan hasil olahan sawit meningkat, dan menjadi peluang bisnis bagi emiten perkebunan seperti PT BW Plantation Tbk (BWPT).

Namun, perseroan masih belum memiliki rencana untuk masuk kedalam bisnis pengolahan biodiesel tersebut. "Tentunya akan kami pertimbangkan, tapi tidak dalam waktu dekat," imbuh Presiden Direktur BWPT Abdul Halim bin Ashari, Kamis (27/11).

Sebab, pengolahan biodiesel baru bisa dilakukan jika sebuah perusahaan sawit telah mencapai skala ekonomisnya. Sementara, BWPT belum mencapai skala tersebut. BWPT baru bisa mencapai skala ekonomis jika kapasitas produksi CPO -nya telah melebihi 350.000 ton per tahun. Untuk batas amannya, skala ekonomis BWPT baru bisa tercapai di angka 500.000 ton per tahun.

Jadi, daripada mengeluarkan modal untuk investasi pengolahan biodiesel, lebih baik dananya digunakan untuk kebutuhan penanaman lahan perseroan. Lahan tertanam yang lebih luas bisa membuat skala ekonomis BWPT bisa segera cepat tercapai.

Nah, sebutlah BWPT bisa mencapai target skala ekonomisnya tersebut. Lagipula, perseroan memang memiliki target kapasitas produksi 350.000 ton untuk jangka waktu dua tahun kedepan. Tapi, bukan berarti hal ini membuat perseroan ingin masuk dan mencicipi bisnis pengolahan biodiesel.

Soalnya, infrastuktur penunjang untuk mendukung bisnis ini juga tidak murah. BWPT masih harus membangun refinery, jalan, dan infrastruktur penunjang lainnya.

"Jadi, kami tidak akan dibebankan dengan capital yang terlalu besar," pungkas Halim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×