kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

PTMP Masuk Indeks LQ45, Analis Lebih Jagokan MTEL, PGEO dan MBMA


Sabtu, 27 Januari 2024 / 13:10 WIB
PTMP Masuk Indeks LQ45, Analis Lebih Jagokan MTEL, PGEO dan MBMA
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/1/2024). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/01/2024


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tendi Mahadi

"Menurut peraturan harus minimal 80% dari NAB dibelikan indeks yang ingin ditiru sehingga 20% lainnya boleh berbeda. Jadi kalau hanya 0,01% masih jauh," kata dia.

Alih-alih memusingkan PTMP, investor masih bisa mencermati ketiga saham pendatang baru lainnya di indeks LQ45, yakni MTEL, PGEO dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan ketiga saham itu masih sangat layak untuk dicermati. 

"Selain memang secara sektor masih menarik, secara prospek bisnis juga cukup positif di tahun ini. Apalagi fundamentalnya tergolong baik," jelas Nico. 

Bahkan saham yang ditendang dari indeks LQ45 pun juga masih bisa dicermati. Adapun PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) harus rela keluar. 

Di antara empat saham yang terdepak, Pilarmas Investindo Sekuritas masih menyukai TBIG dan INDY karena masih memiliki fundamental yang baik ditopang oleh sektornya yang juga yang cukup positif di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×