kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.700   114,00   0,65%
  • IDX 6.470   -252,97   -3,76%
  • KOMPAS100 859   -34,67   -3,88%
  • LQ45 638   -20,11   -3,06%
  • ISSI 234   -8,67   -3,57%
  • IDX30 362   -9,19   -2,48%
  • IDXHIDIV20 447   -8,29   -1,82%
  • IDX80 98   -3,68   -3,61%
  • IDXV30 127   -2,61   -2,01%
  • IDXQ30 117   -2,43   -2,04%

Rupiah Kian Tertekan Rp 17.672, Komentar Prabowo Dinilai Picu Persepsi Negatif Pasar


Senin, 18 Mei 2026 / 11:05 WIB
Rupiah Kian Tertekan Rp 17.672, Komentar Prabowo Dinilai Picu Persepsi Negatif Pasar
ILUSTRASI. Rupiah Terlemah Sepanjang Masa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan pagi hari dan melanjutkan tren pelemahan di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Pada Senin (18/5/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.628 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,18% dibanding penutupan Jumat (15/5/2026) yang berada di Rp 17.597 per dolar AS. 

Dicermati, pada pukul 10.45 WIB, rupiah semakin melanjutkan pelemahan, yakni bertengger di level Rp 17.672 atau melemah 0,43% secara harian.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, berpandangan, selain dipengaruhi faktor eksternal, pernyataan pemerintah dinilai turut memengaruhi persepsi pasar terhadap stabilitas mata uang domestik.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Tembus ke Ro 17.628 Per Dolar AS di Hari Ini (18/5), Seluruh Asia Turun

Ia menilai komentar Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan rupiah yang dianggap tidak berdampak signifikan bagi masyarakat desa berpotensi memicu respons negatif dari pelaku pasar.

"Ya, rupanya pernyataan dari Presiden Prabowo tersebut juga berakibat fatal terhadap pelemahan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, pelemahan rupiah tidak dapat dipandang sepele lantaran berdampak luas terhadap perekonomian nasional. Penguatan dolar AS akan meningkatkan beban impor, terutama impor minyak mentah yang masih tinggi.

Ia menjelaskan, kenaikan dolar biasanya diikuti penguatan harga minyak mentah dunia. Kondisi itu berpotensi memperbesar biaya impor energi Indonesia yang mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari.

Selain itu, pelemahan rupiah dinilai dapat mendorong masyarakat mengalihkan simpanan dari aset berbasis rupiah ke valuta asing (valas), sehingga tekanan terhadap mata uang domestik semakin besar.

Baca Juga: Rupiah Masih Tertekan pada Senin (18/5), Ini Sentimen Penggeraknya

Ia pun menyebut, pemerintah semestinya lebih fokus menyampaikan langkah konkret untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk strategi mengurangi ketergantungan impor energi dan mengantisipasi dampak fluktuasi global.

“Seharusnya pemerintah memberikan satu masukan ya tentang bagaimana tentang kebutuhan minyak mentah yang cukup tinggi, kemudian akan ada B50 sebagai pendamping dari bahan bakar fosil ya, kemudian bagaimana cara melakukan menangani krisis agar rupiah ini kembali mengalami penguatan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai masyarakat di daerah saat ini juga semakin memahami isu ekonomi, termasuk pergerakan dolar AS maupun instrumen investasi, seiring perkembangan teknologi dan akses informasi yang semakin luas. Karena itu, komunikasi pemerintah terkait kondisi ekonomi dinilai perlu lebih hati-hati agar tidak memicu kekhawatiran tambahan di pasar keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×