kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

IHSG Berpotensi Rebound Terbatas pada Selasa (19/5), Analis Ingatkan Risiko Ini


Senin, 18 Mei 2026 / 20:04 WIB
IHSG Berpotensi Rebound Terbatas pada Selasa (19/5), Analis Ingatkan Risiko Ini
ILUSTRASI. IHSG diproyeksikan masih bergerak fluktuatif dengan potensi technical rebound terbatas pada perdagangan Selasa (19/5/2026).(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak fluktuatif dengan potensi technical rebound terbatas pada perdagangan Selasa (19/5/2026), setelah mengalami tekanan cukup dalam.

Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), IHSG ditutup melemah ke level 6.599,24.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai penurunan IHSG saat ini tidak lagi sekadar koreksi normal, melainkan mencerminkan krisis kepercayaan investor.

“Kejatuhan IHSG hingga ke level 6.599 bukan lagi sekadar koreksi biasa, melainkan cerminan bahwa pasar sedang memasuki fase krisis kepercayaan yang cukup serius,” kata Hendra kepada Kontan, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, tekanan terhadap IHSG berasal dari kombinasi faktor global dan domestik. Dari eksternal, konflik geopolitik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, serta kenaikan yield obligasi global menjadi pemicu utama.

Baca Juga: Kinerja Sido Muncul (SIDO) Turun di Awal 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp17.600 per dolar AS serta derasnya aksi jual investor asing turut memperburuk sentimen pasar.

“Ketika rupiah melemah tajam, asing mencatatkan net sell besar, dan saham-saham big caps terus tertekan, maka pasar sedang mengirim pesan bahwa persepsi risiko terhadap Indonesia meningkat tajam,” jelasnya.

Secara teknikal, Hendra menyebut posisi IHSG saat ini sudah berada di area oversold. Namun, peluang penguatan dinilai masih rentan.

Rebound jangka pendek memang sangat mungkin terjadi karena penurunan indeks sudah terlalu dalam, tetapi masih rawan menjadi dead cat bounce selama faktor utama tekanan belum selesai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah risiko masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak dunia, potensi kenaikan suku bunga global, hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi domestik.

Baca Juga: Sejumlah Emiten Cum Dividen di Pekan Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

Selain itu, kenaikan yield obligasi Amerika Serikat ke kisaran 4,6% membuat aliran dana global cenderung kembali ke aset safe haven dibandingkan ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Dari sisi domestik, investor juga mencermati penurunan kualitas likuiditas pasar, aksi jual pada saham-saham konglomerasi, serta ketidakpastian arah kebijakan ekonomi.

“Selama IHSG belum mampu kembali bertahan di atas area 6.800-6.900, maka risiko melanjutkan koreksi ke 6.400-6.500 masih terbuka,” tambahnya.

Meski demikian, ia melihat kondisi saat ini mulai membuka peluang bagi investor jangka panjang, seiring valuasi saham yang semakin menarik.

“Ketika pasar panik dan valuasi turun signifikan, biasanya peluang investasi justru mulai muncul. Namun, strategi masuk harus selektif dan bertahap,” kata Hendra.

Untuk perdagangan Selasa (19/5/2026), Hendra memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran support 6.398 dan resistance 6.600.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×