Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 34,38 miliar atau setara Rp 3,46 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Nilai dividen itu setara 20% dari laba bersih konsolidasian perseroan yang mencapai Rp 171,92 miliar.
Sementara itu, 80% sisanya atau sekitar Rp 137,53 miliar ditahan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung rencana ekspansi bisnis ke depan.
Baca Juga: Cek Rekening, Bank BRI (BBRI) Tebar Dividen Interim Rp 20,6 Triliun Hari Ini (15/1)
Manajemen menegaskan, kebijakan ini dipilih untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan pertumbuhan perusahaan di tengah persaingan industri semen yang ketat.
"Perseroan mampu menjaga momentum pertumbuhan dan profitabilitas sepanjang 2025 melalui efisiensi biaya dan penguatan operasional. Dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham, tanpa mengurangi ruang ekspansi ke depan," ujar Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya dalam siaran pers.
Selain pembagian laba, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.
Muhamad Alipudin diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan Inosentius Samsul, sementara Luthvie Arifin ditunjuk sebagai Komisaris Independen menggantikan Chowadja Sanova.
Perombakan ini diklaim sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan (GCG) untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus mempercepat transformasi bisnis di tengah dinamika industri bahan bangunan nasional.
Baca Juga: BNGA Segera Tebar Dividen Rp4,06 Triliun, Cek Profil Emiten Perbankan Ini
RUPST juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Langkah ini memberi fleksibilitas bagi perusahaan untuk menangkap peluang usaha baru di sektor terkait.
Memasuki 2026, SMBR membidik pertumbuhan volume penjualan dengan mengandalkan prospek kenaikan aktivitas infrastruktur dan properti, khususnya di wilayah Sumatra Selatan.
Strategi perusahaan akan difokuskan pada efisiensi operasional, pemanfaatan bahan bakar alternatif, serta akselerasi transformasi digital di lini produksi.
Baca Juga: Dua Emiten Ini Putuskan Tebar Dividen, Cek Jadwal dan Besarannya
Dengan kombinasi penguatan tata kelola, efisiensi, dan strategi ekspansi, SMBR menyatakan optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan industri semen nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













