kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Wall Street Menguat, Investor Cermati Data Inflasi dan Laporan Laba Perusahaan


Rabu, 12 Agustus 2026 / 21:06 WIB
Wall Street Menguat, Investor Cermati Data Inflasi dan Laporan Laba Perusahaan
ILUSTRASI. Indeks Utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026).(REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Investor mencermati data inflasi yang sesuai perkiraan, sementara laporan laba yang positif dari beberapa perusahaan infrastruktur AI memberikan dukungan tambahan.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan indeks Dow Jones Industrial Average naik 5,6 poin, atau 0,01% ke level 53.797,47. S&P 500 naik 37,3 poin, atau 0,48% ke level 7.765,46, sementara Nasdaq Composite naik 235,0 poin, atau 0,89%, menjadi 26.680,469.

Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) naik 3,4% pada bulan Juli dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai dengan perkiraan 3,4% dari para ekonom yang disurvei oleh Reuters. 

Baca Juga: IHSG Rebound Jelang Rilis MSCI, Simak Proyeksi dan Sentimen yang Perlu Dicermati

Secara bulanan, IHK naik 0,1%, sejalan dengan ekspektasi kenaikan 0,1%.

Para pedagang kini memperhitungkan kemungkinan sebesar 55% bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan September, menurut alat FedWatch milik CME. 

Sebelum data tersebut dirilis, pandangan mereka terbagi antara kemungkinan kenaikan suku bunga dan tidak adanya perubahan.

Angka inflasi menjadi sorotan utama karena tingginya harga energi akibat konflik di Timur Tengah telah meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga.

Sikap tegas Ketua The Fed, Kevin Warsh, terkait panduan kebijakan (forward guidance) yang terbatas juga membuat investor lebih fokus pada data ekonomi untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan bank sentral.

"Angka-angka yang mencerminkan kondisi masa lalu ini menempatkan The Fed tepat pada posisi yang mereka inginkan. Mereka tidak perlu melakukan apa pun. Ini adalah narasi yang mereka harapkan: kita melihat adanya sedikit perlambatan, namun tidak terjadi keruntuhan ekonomi," ujar Luke Rahbari, CEO Equity Armor Investments.

"Namun... situasi perang di Timur Tengah sering kali mengalami pasang surut, ditambah dengan fluktuasi tajam harga minyak dan bensin, sehingga situasi ini bisa berubah drastis dari hari ke hari."

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah, Harapan Damai AS-Iran Memudar

Situasi di Timur Tengah tetap tidak menentu setelah AS dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran melaporkan serangan terpisah terhadap kapal-kapal pada hari Selasa, di tengah memudarnya harapan akan berakhirnya perang.

Saham CoreWeave melonjak 19,2% dalam perdagangan pre market setelah perusahaan cloud AI tersebut menaikkan perkiraan belanja modal tahunan dan mencatatkan kinerja yang melampaui estimasi laba kuartal kedua.

Saham penyedia infrastruktur AI lainnya juga mengalami kenaikan, termasuk operator pusat data IREN dan Applied Digital, yang masing-masing naik lebih dari 8%. Saham perusahaan cloud Nebius Group melonjak 16,7%.

Saham Super Micro Computer naik 9,2% setelah produsen server AI tersebut memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×