Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Wall Street tertekan setelah optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran kembali meredup.
Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 turun 0,32% menjadi 7.728,20. Indeks Nasdaq melemah 0,60% ke 26.445,45, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,34% menjadi 53.791,85.
Investor kembali mencermati ketegangan di Timur Tengah setelah pejabat baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama AS tidak mengubah sikap dan menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: Wall Street Lanjut Reli Jumat (29/5), Optimisme Damai AS-Iran Angkat Saham Teknologi
Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi global. Harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar level tertinggi dalam sepekan, meski pergerakannya cukup bergejolak.
Kenaikan harga energi turut mengangkat sektor energi S&P 500 sebesar 1,1%.
"Memang sulit mencapai kesepakatan yang bisa diterima semua pihak. Harga minyak sedikit lebih tinggi karena pasar memperhitungkan ketidakpastian yang lebih besar," kata Ross Mayfield, analis strategi investasi Baird.
Tekanan juga datang dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Amazon turun 2,1%, sedangkan Alphabet merosot 3,8%. Kedua saham tersebut menjadi penekan utama S&P 500 dan Nasdaq.
Sementara itu, saham SpaceX turun hampir 4%. Di sisi lain, sejumlah perusahaan pengelola aset alternatif menguat. Apollo Global naik 6,2% dan Blackstone melonjak hampir 4%.
Baca Juga: Wall Street Bervariasi: Harapan Damai di Timur Tengah Sirna, S&P 500 Tergelincir!
Kinerja kedua perusahaan tersebut mendapat sentimen positif setelah sejumlah institusi keuangan menggandeng Nvidia untuk membangun platform pembiayaan komputasi yang ditujukan untuk menghimpun dana lebih dari US$ 500 miliar.
Meski ketiga indeks utama Wall Street melemah, tekanan pasar secara keseluruhan belum terlalu luas. Jumlah saham yang naik di S&P 500 masih lebih banyak dibandingkan saham yang turun dengan rasio 1,2 banding 1.
S&P 500 mencatat 22 saham yang mencetak level tertinggi baru dan satu saham yang menyentuh level terendah baru. Sementara di Nasdaq terdapat 108 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 75 saham yang mencetak level terendah baru.
Sebelumnya, kinerja laba perusahaan yang kuat membantu S&P 500 mencetak rekor tertinggi pada pekan lalu. Namun, Nasdaq masih sekitar 2% di bawah rekor penutupan yang dicapai pada 2 Juni.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah, Ketegangan AS-Iran Redam Optimisme Laba dan AI
Sentimen pasar juga masih mendapat dukungan dari tanda-tanda bahwa investasi besar Microsoft dan Amazon pada pusat data kecerdasan buatan (AI) mulai memberikan hasil.
Kini perhatian investor beralih ke data inflasi konsumen dan produsen AS yang akan dirilis dalam dua hari ke depan. Data tersebut dinilai penting untuk menentukan arah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Pelaku pasar masih terbelah mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September.
Pergerakan harga energi akibat konflik Iran juga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat bank sentral di berbagai negara menghadapi pilihan kebijakan yang semakin sulit.
Dari sisi korporasi, saham Jabil menguat 5,9% setelah UBS menaikkan rekomendasi saham perusahaan elektronik tersebut menjadi "buy" dari sebelumnya "neutral".
Baca Juga: Wall Street Dibuka Naik Rabu (6/5), Harapan Damai AS-IRan dan AI Angkat Sentimen
Sebaliknya, saham On anjlok 20,3% setelah perusahaan pakaian olahraga tersebut mencatat penjualan di bawah ekspektasi pasar. Saham perusahaan LNG Venture Global juga turun 7,3% setelah pendapatan kuartal II sedikit meleset dari perkiraan.
Aktivitas perdagangan di bursa AS relatif sepi. Sekitar 15 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 17,6 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
