kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Wall Street Menguat, Data Tenaga Kerja AS Redupkan Peluang Kenaikan Suku Bunga


Jumat, 07 Agustus 2026 / 21:48 WIB
Wall Street Menguat, Data Tenaga Kerja AS Redupkan Peluang Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. Bursa Amerika Serikat (Wall Street) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street menguat pada perdagangan Jumat (7/8/2026) setelah data ketenagakerjaan menunjukkan ekonomi AS secara tak terduga kehilangan lapangan kerja pada Juli.

Kondisi ini memicu ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menahan suku bunga pada pertemuan September mendatang.

Mengutip Reuters, hingga pukul 09.58 waktu New York, Dow Jones Industrial Average naik 55,37 poin atau 0,10% ke level 53.940,47. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,25% menjadi 7.728,83 dan Nasdaq Composite melonjak 0,69% ke posisi 26.530,07.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS mencatat nonfarm payrolls turun 23.000 pekerjaan pada Juli. Angka tersebut jauh lebih lemah dibandingkan proyeksi ekonom yang disurvei Reuters yang memperkirakan penambahan 80.000 lapangan kerja.

Baca Juga: Wall Street Menguat usai Data Tenaga Kerja AS Redam Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

"Data ini memberi ruang bagi The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga pada September," ujar Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist Ameriprise Financial.

Melemahnya pasar tenaga kerja langsung mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter.

Berdasarkan data LSEG, peluang The Fed menaikkan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 20%, dari sebelumnya sekitar 55% sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis.

Di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, bank sentral AS dinilai minim memberikan panduan mengenai arah kebijakan moneternya.

Akibatnya, setiap rilis data ekonomi, terutama terkait inflasi dan pasar tenaga kerja, menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan pasar.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pelemahan data ketenagakerjaan Juli belum mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Imbas Pasar Kerja AS yang Melemah dan Kenaikan Harga Minyak

Mereka menilai pasar tenaga kerja masih berada dalam fase "slow hire, slow fire", yakni perekrutan dan pemutusan hubungan kerja yang sama-sama berlangsung lambat.

Sementara itu, dari 11 sektor di indeks S&P 500, lima sektor bergerak di zona hijau. Sektor consumer discretionary menjadi penopang utama kenaikan, sedangkan sektor energi menjadi sektor dengan kinerja terlemah.

Sentimen positif juga datang dari musim laporan keuangan emiten. Saham perusahaan perangkat lunak kolaborasi Atlassian melonjak 34,5% setelah membukukan laba dan pendapatan kuartalan di atas ekspektasi pasar.

Saham Microchip Technology turut menguat 11,4% setelah memproyeksikan pendapatan kuartalan melampaui perkiraan analis. Kinerja kedua perusahaan tersebut turut mengangkat indeks semikonduktor Philadelphia yang naik 2,3% serta indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 yang menguat 1,3%.

Di sisi lain, saham perusahaan keamanan siber Cloudflare naik 12% setelah menaikkan proyeksi pendapatan sepanjang tahun. Sementara itu, saham Airbnb melesat 13,5% usai membukukan pendapatan kuartal II yang melampaui ekspektasi.

Baca Juga: Wall Street Menguat Tipis, Data Tenaga Kerja Redam Kekhawatiran Ekonomi AS

Sebaliknya, saham perusahaan teknologi periklanan Trade Desk anjlok 24,8% setelah memproyeksikan pendapatan kuartal III di bawah perkiraan pasar.

Secara mingguan, Wall Street juga berada di jalur penguatan yang solid. Jika kenaikan bertahan hingga penutupan perdagangan, indeks S&P 500 dan Dow Jones akan membukukan kinerja mingguan terbaik sejak April, sedangkan Nasdaq mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Mei.

Optimisme pasar turut didorong oleh kuatnya musim laporan keuangan emiten, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, lebih dari 85% dari sekitar 400 perusahaan anggota S&P 500 yang telah melaporkan kinerja kuartalan berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata historis sebesar 68% sejak 1994.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×