kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Perang Timur Tengah dan Suku Bunga


Rabu, 25 Maret 2026 / 05:11 WIB
Diperbarui Rabu, 25 Maret 2026 / 05:15 WIB
Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Perang Timur Tengah dan Suku Bunga
ILUSTRASI. Wall Street (Bursa AS) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (24/3/2026), di tengah volatilitas pasar yang dipicu kekhawatiran konflik di Timur Tengah dan arah suku bunga.

Pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga minyak yang kembali naik tajam.

Indeks Dow Jones turun 0,18% ke 46.124,06, S&P 500 melemah 0,37% ke 6.556,37, dan Nasdaq terkoreksi 0,84% ke 21.761,89.

Pergerakan pasar berlangsung fluktuatif seiring sentimen yang saling tarik-menarik. Di satu sisi, investor berharap adanya kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk meredakan konflik.

Baca Juga: Wall Street Menguat Usai Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Turun Tajam

Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi berjalan dengan pihak yang tepat dan Iran disebut sepakat tidak akan memiliki senjata nuklir.

Namun di sisi lain, laporan mengenai rencana pengiriman tambahan ribuan pasukan AS ke Timur Tengah memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa berkepanjangan dan mendorong harga energi tetap tinggi.

Harga minyak mentah pun melonjak lebih dari 4% pada perdagangan hari itu.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menambah tekanan ke pasar saham, dipicu ketidakpastian perang dan lemahnya lelang obligasi tenor dua tahun.

“Pasar mencoba bertahan pada optimisme, tetapi masih dibayangi kekhawatiran soal perang, harga energi, dan suku bunga,” kata kepala strategi pasar BMO Private Wealth, Carol Schleif.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok: S&P 500 Sentuh Level Terendah 6 Bulan

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh potensi kombinasi kenaikan harga minyak dan suku bunga yang dinilai dapat memicu kondisi stagflasi, yakni perlambatan ekonomi di tengah inflasi tinggi.

Data terbaru juga menunjukkan aktivitas bisnis di AS melambat ke level terendah dalam 11 bulan pada Maret, dipengaruhi kenaikan biaya energi dan input lainnya akibat konflik.

Seiring meningkatnya tekanan inflasi, prospek kebijakan moneter menjadi lebih ketat. Bank sentral AS, Federal Reserve, sebelumnya memberi sinyal hanya akan memangkas suku bunga satu kali pada 2026.

Pelaku pasar kini bahkan tidak lagi memperkirakan pemangkasan suku bunga pada tahun ini, berbalik dari ekspektasi sebelumnya.

Di sektor industri, saham energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,05%, seiring lonjakan harga minyak. Sebaliknya, sektor komunikasi memimpin pelemahan dengan turun 2,5%, diikuti sektor teknologi yang turun 0,76%.

Dari sisi emiten, saham Jefferies naik 2,5% setelah muncul laporan rencana akuisisi oleh Sumitomo Mitsui Financial Group. Sebaliknya, saham Estee Lauder anjlok 9,8% setelah perusahaan mengungkapkan pembicaraan merger dengan grup kecantikan Spanyol, Puig Brands.

Baca Juga: Wall Street Turun Setelah Lonjakan Harga Minyak, Kekhawatiran Inflasi Terus Meningkat

Kekhawatiran di sektor kredit swasta juga kembali mencuat setelah Ares Management dan Apollo Global Management membatasi penarikan dana investor akibat lonjakan permintaan pencairan. Saham Ares turun 1%, sementara Apollo naik tipis 0,7%.

Meski pasar dibayangi risiko makro, Barclays justru menaikkan target akhir tahun indeks S&P 500 menjadi 7.650 dari sebelumnya 7.400, didorong ekspektasi pertumbuhan laba yang dinilai masih kuat.

Volume perdagangan tercatat relatif sepi, dengan total 17,94 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dari rata-rata 20 sesi terakhir. Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik di kedua bursa utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×