Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026), didorong kenaikan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan penurunan harga minyak mentah.
Sentimen pasar membaik setelah harga minyak turun lebih dari 2% ke level terendah dalam 11 hari. Penurunan harga minyak dipicu indikasi kemajuan dalam negosiasi terkait konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Rupiah Melemah Jelang RDG BI, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga
Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 254,1 poin atau 0,49% menjadi 51.936,76. S&P 500 menguat 42,3 poin atau 0,55% ke 7.692,83, sedangkan Nasdaq Composite naik 200,6 poin atau 0,76% menjadi 26.723,19.
Saham-saham teknologi dan AI menjadi penggerak utama. Intel melonjak 5,7%, Marvell naik 2,8%, sementara Meta Platforms dan Dell masing-masing menguat sekitar 2,3% dalam premarket.
Accenture juga naik 4,6% setelah perusahaan tersebut bermitra dengan Anthropic dan berkomitmen menginvestasikan US$2 miliar untuk pengembangan evaluasi AI.
Kenaikan saham AI menunjukkan kekhawatiran investor terhadap tingginya belanja pengembangan teknologi tersebut mulai mereda.
Pekan sebelumnya, pernyataan sejumlah pimpinan perusahaan AI mengenai risiko investasi besar-besaran sempat memicu aksi jual saham teknologi.
Di pasar komoditas, penurunan harga minyak menjadi sentimen positif bagi saham-saham yang sensitif terhadap biaya bahan bakar. Saham maskapai penerbangan Delta Air Lines dan American Airlines masing-masing menguat sekitar 1,8%.
Baca Juga: Kinerja Amman (AMMN) Melesat Sepanjang Semester I-2026, Ini Pendorongnya
Penurunan harga minyak juga membantu meredakan tekanan terhadap inflasi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun di bawah level 5%.
Namun, investor masih mencermati arah kebijakan moneter The Federal Reserve. Pasar memperkirakan peluang sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga berikutnya pada bulan depan, berdasarkan CME FedWatch.
Prospek tersebut mendapat perhatian setelah Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengatakan, tidak ada ambiguitas mengenai perlunya suku bunga yang lebih tinggi jika tekanan inflasi terbukti berasal dari kuatnya permintaan.
Inflasi AS sebelumnya mulai meningkat setelah sejumlah tekanan dari tarif dan harga energi. Goolsbee menilai tekanan tersebut kini berpotensi meluas ke sisi permintaan ekonomi.
Pasar juga menunggu komentar dari sedikitnya 10 pejabat bank sentral AS yang dijadwalkan berbicara sepanjang pekan ini.
Pernyataan mereka akan menjadi perhatian investor untuk membaca arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Baca Juga: Harga Minyak dan Naphtha Tinggi, Ini Prospek Saham Chandra Asri (TPIA) Menurut Analis
Geopolitik dan Bitcoin
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang diperkirakan berada di New York pekan ini untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Investor juga mencermati pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis. Pertemuan tersebut berpotensi membahas perpanjangan gencatan perdagangan AS-China, konflik Iran, serta regulasi perkembangan AI.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng juga menyelesaikan pembicaraan pada Minggu.
Salah satu usulan yang disampaikan AS adalah mekanisme baru untuk pemberitahuan terkait keamanan AI.
Baca Juga: Pasar Vietnam Naik Status, Outlflow di Pasar Indonesia Tetap Diwaspadai
Sementara itu, Bitcoin kembali menguat dan menjadi indikator meningkatnya minat terhadap aset berisiko. Harga Bitcoin naik 5,1% ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan.
Kenaikan tersebut turut mengangkat saham perusahaan yang terkait dengan aset kripto. Coinbase dan Strategy masing-masing menguat lebih dari 5%.
Sentimen positif juga datang dari perkembangan hubungan AS dan Denmark terkait status Greenland. Saham perusahaan yang memiliki eksposur terhadap Greenland melonjak, dengan Critical Metals naik 27%, sementara Greenland Mines dan Greenland Energy masing-masing lebih dari dua kali lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














