kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Wall Street Ditutup Melemah, Ketegangan Iran & Tekanan Saham Teknologi Picu Aksi Jual


Jumat, 24 April 2026 / 04:54 WIB
Diperbarui Jumat, 24 April 2026 / 04:57 WIB
Wall Street Ditutup Melemah, Ketegangan Iran & Tekanan Saham Teknologi Picu Aksi Jual
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Jeenah Moon). Wall Street ditutup melemah pada Kamis (23/4/2026). Konflik Iran dan disrupsi AI menekan investor, membuat saham teknologi terjun bebas.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah dalam perdagangan yang bergejolak pada Kamis (23/4/2026), seiring memudarnya harapan penyelesaian cepat konflik Iran serta beragamnya kinerja laporan keuangan emiten.

Ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi turut menekan sentimen investor.

Melansir Reuters, Indeks utama Wall Street kompak berakhir di zona merah.

Dow Jones Industrial Average turun 0,36% ke level 49.310,32, S&P 500 terkoreksi 0,41% ke 7.108,40, dan Nasdaq Composite melemah paling dalam, yakni 0,89% ke 24.438,50.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah Tipis, Ketegangan AS–Iran Bayangi Sentimen Pasar

Tekanan pasar meningkat setelah muncul laporan bahwa Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mundur dari tim negosiasi.

Di saat yang sama, Iran memperketat kontrol atas Selat Hormuz dan merilis rekaman penyitaan kapal kargo, sembari menuntut AS mencabut blokade laut di pelabuhan Iran.

Situasi ini memicu lonjakan harga minyak menyusul kabar serangan udara di wilayah Iran.

Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran diaktifkan akibat kemunculan drone di sejumlah lokasi, menambah kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas.

CEO dan CIO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, menilai pasar saat ini dihadapkan pada kombinasi sentimen negatif dari geopolitik dan musim laporan keuangan.

Baca Juga: Wall Street Bersiap Reli di Perdagangan Perdana 2026, Sentimen Risiko Membaik

"Pasar seperti bermain kursi musik, di antara musim laporan keuangan dan berita perang yang kemungkinan tidak akan berdampak positif," ujarnya.

Menurut dia, reli pasar dalam beberapa waktu terakhir juga mendorong sebagian investor untuk merealisasikan keuntungan. “Ada pihak yang ingin mengurangi eksposur, dan perang menjadi alasan yang cukup masuk akal,” tambahnya.

Sebelumnya, pasar sempat menguat dalam beberapa pekan terakhir didorong optimisme penyelesaian konflik Iran dan ekspektasi kinerja perusahaan yang solid.

Namun, sejak awal pekan ini, sentimen tersebut mulai memudar. Nasdaq bahkan mengakhiri reli panjangnya pada awal pekan, dan secara mingguan ketiga indeks utama cenderung melemah.

Lonjakan harga minyak yang bertahan di kisaran US$100 per barel kembali memicu kekhawatiran inflasi. Meski data klaim pengangguran mingguan hanya naik tipis, risiko tekanan harga akibat konflik dinilai berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok: Nvidia & Data Ketenagakerjaan AS Guncang Pasar Saham AS

Data S&P Global menunjukkan indeks PMI komposit AS meningkat pada April, namun kenaikan ini lebih didorong oleh penumpukan stok akibat kekhawatiran gangguan pasokan dan kenaikan harga.

Dari sisi fundamental, musim laporan keuangan sebenarnya masih menunjukkan kinerja solid. Sekitar 82,1% dari 123 perusahaan yang telah merilis laporan hingga Kamis melampaui ekspektasi analis, dengan pertumbuhan laba mencapai 15,6%.

Meski demikian, sektor teknologi menjadi pemberat utama pasar. Indeks sektor teknologi S&P 500 turun 1,47%, dipicu penurunan tajam saham IBM sebesar 8,25% akibat melambatnya pertumbuhan bisnis perangkat lunak.

Tekanan juga datang dari anjloknya saham ServiceNow sebesar 17,75% setelah melaporkan perlambatan pertumbuhan pendapatan akibat tertundanya kontrak pemerintah di Timur Tengah.

Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran bahwa model bisnis perangkat lunak konvensional mulai terganggu oleh perkembangan AI. Indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 bahkan merosot 5,09%, penurunan harian terbesar sejak akhir Januari.

Baca Juga: Wall Street Melemah Pasca Laporan Laba Emiten Teknologi Beragam dan Komentar The Fed

Saham Tesla turut melemah 3,56% setelah perusahaan menaikkan rencana belanja modal menjadi lebih dari US$ 25 miliar tahun ini.

Di sisi lain, saham Texas Instruments justru melonjak 19,43% setelah memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal kedua melampaui ekspektasi pasar.

Pergerakan ekstrem juga terjadi pada saham Avis Budget yang anjlok 48,38%, memperpanjang penurunan tajam setelah sebelumnya sempat reli signifikan layaknya fenomena “saham meme”.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung negatif. Volume perdagangan tercatat 17,41 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir.

Baca Juga: Wall Street Goyah: Proyeksi Suku Bunga The Fed Goyang Pasar Saham AS

Dengan kombinasi ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi, dan kekhawatiran disrupsi teknologi, pelaku pasar kini cenderung lebih berhati-hati menunggu arah baru sentimen global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×