kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Wall Street: Facebook, Twitter memerah, indeks Nasdaq turun lebih 1%


Rabu, 05 September 2018 / 23:36 WIB
ILUSTRASI. Bursa AS


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) memerah mengawali perdagangan pada Rabu (5/9). Indeks Nadaq Composite paling dalam penurunannya.

Mengutip Reuters, pukul 11:31 waktu setempat, Nasdaq Composite turun 114,24 poin, atau 1,41 %, di level 7,977.01.  Dow Jones Industrial Average turun 43,09 poin, atau 0,17 %, pada 25.909,39, dan S & P 500 turun 16,66 poin, atau 0,58 %, pada 2.880,06.

Perusahaan media sosial tertekan menyusul petinggi Twitter Jack Dorsey dan COO Facebook Sherly Sandberg harus menghadap Kongres menyampaikan kesaksiannya. Terkait upaya menghentikan penyalahgunaan media sosial yang dianggap gagal.

Saham Twitter turun 5,4 % dan Facebook turun 1,8 %. Selanjutnya, Alphabet turun 2,6% dan induk Sanpchat, Snap Inc turun 4,4%.

"Kesaksian akan mempengaruhi sektor teknologi dan ada beberapa kekhawatiran tentang bagaimana pemerintah dan kebijakan dapat menjadi ancaman bagi pertumbuhan saham ini," kata Ryan Nauman, ahli strategi pasar di Informa Financial Intelligence di Zephyr Cove, Nevada.

Namun secara luas, pasar tertekan melemahnya harga minyak dan kekhawatiran atas memanaskan kembali perang dagang AS dengan China awal pekan ini.

Di sisi lain, hari ini pejabat AS dan Kanada akan bertemu untuk mencoba menyelesaikan perbedaan dan menjamin kesepakatan perdagangan di masa depan. Pertemuan berlangsung setelah AS dan Kanada gagal menemui kata sepakat pada perjanjian baru pada Jumat lalu untuk menggantikan perjanjian Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×