kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Wall Street ditutup bervariasi akibat kenaikan kasus Covid-19 baru di AS dan China


Kamis, 18 Juni 2020 / 05:55 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street kembali ditutup bervariasi akibat lonjakan kasus pandemi virus corona baru yang mengurangi optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi global. 

Mengutip Reuters, pada penutupan perdagangan Rabu (17/6), indeks Dow Jones Industrial Average turun 170,37 poin atau 0,65% menjadi 26.119,61 dan indeks S&P 500 melemah 11,25 poin atau 0,36% ke 3.113,49. Hanya indeks Nasdaq Composite yang naik tipis 14,67 poin atau 0,15% ke 9.910,53.

Pada sesi akhir perdagangan, indeks S&P 500 dan Dow Jones berbalik arah setelah menguat sepanjang hari. Bahkan ini menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari. 

Baca Juga: Wall Street dibuka menghijau di tengah harapan pemulihan ekonomi yang cepat

Sementara itu, saham sektor teknologi berhasil menyelamatkan pergerakan indeks Nasdaq dan membawanya menguat tipis. Terlihat, saham Apple dan Microsoft menopang pergerakan Nasdaq pada perdagangan sesi ini. 

Salah satu sentimen yang menggerakkan bursa saham Amerika Serikat (AS) ini adalah kekhawatiran atas kebangkitan kasus virus corona baru. Contohnya di Oklahoma, yang kembali mencatatkan rekor jumlah kasus baru, hanya beberapa hari sebelum kampanye yang akan dilakukan Presiden Donald Trump di Tulsa. 

Berdasarkan analisis Reuters, jumlah kasus baru meningkat tajam di sekitar enam negara bagian AS. Kenaikan jumlah kasus baru juga terjadi di China hingga Amerika Latin seperti Brasil.

Bahkan, pihak berwenang di Beijing telah meningkatkan pembatasan mobilitas dalam upaya untuk menahan lonjakan wabah Covid-19 baru yang lebih besar.

"Ada poin periodik arus berita di mana berita positif akan membawa pasar dan berita negatif akan menekan pasar," kata Joseph Sroka, Chief Investment Officer  di NovaPoint di Atlanta. 

"Ini kembalinya masalah kesehatan versus optimisme ekonomi. Ada tarik-menarik antara kedua hal yang menjadi headlines itu," tambah Sroka.

Baca Juga: Isi buku kontroversial karangan mantan penasihat keamanan AS yang bikin Trump berang!

Memang, indeks naik di awal sesi setelah mendapat sokongan dari berita yang menyebutkan potensi steroid murah yang biasa disebut dexamethasone dapat membantu menyelamatkan pasien Covid-19 yang sakit kritis. WHO pun akhirnya memperbaharui pedoman perawatan pasien virus corona setelah adanya uji klinis dexamethaasone di Inggris tersebut. 

Selain itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang kembali menjanjikan bank sentral akan menggunakan berbagai kebijakan untuk membantu pemulihan ekonomi turut membantu pergerakan indeks di awal sesi. 

Namun Powell menggarisbawahi bahwa dukungan Kongres sangat diperlukan dalam bauran kebijakan yang akan dilakukan The Fed. "Akan menjadi masalah jika Kongres menarik kembali dukungan terlalu cepat terhadap bantuan yang diberikannya".

Berdasarkan laporan Departemen Perdagangan AS dan Mortgage Bankers Association terlihat bahwa kenaikan penjualan rumah yang lebih lambat dari perkiraan di bulan Mei. Walau begitu, pemberian izin bangunan rebound lebih kuat dan aplikasi pinjaman untuk membeli rumah melonjak pekan lalu.

Asal tahu saja, pada penutupan perdagangan ini, dari 11 sektor utama di indeks S&P 500, delapan sektor berada di zona merah, dengan energi dan keuangan menderita persentase pelemahan terbesar.

Oracle Corp turun 5,6% setelah melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan karena penguncian menyebabkan kliennya menunda pembelian.

Operator pelayaran Norwegian Cruise Line Holdings Ltd memperpanjang penangguhan pelayarannya hingga September, mengirimkan sahamnya turun 8,4%. Peers Carnival Corp dan Royal Caribbean Cruises Ltd masing-masing turun 6,5% dan 7,2%.

Perusahaan penyewaan mobil yang bangkrut, Hertz Global Holdings, mengumumkan akan menangguhkan rencananya untuk menjual US$ 500 juta saham baru setelah Bursa AS mengajukan keberatan atas penjualan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×