kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang Putusan MSCI untuk Indonesia?


Jumat, 19 Juni 2026 / 16:49 WIB
Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang Putusan MSCI untuk Indonesia?
ILUSTRASI. MSCI ( REUTERS/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Penyedia indeks global MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan tentang status pasar negara berkembang Indonesia pada Selasa (23/6/2026). Pengumuman ini sangat dinantikan karena dapat memberikan dorongan pada pasar yang sedang tertekan atau memberikan pukulan lain bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Pada bulan Januari 2026, MSCI menyoroti kekhawatiran tentang transparansi dan memperingatkan potensi penurunan peringkat Indonesia menjadi status negara berkembang - risiko yang menyebabkan saham anjlok.

Dalam tinjauan pada Kamis malam (18/6/2026), MSCI meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut tentang kelayakan investasi Indonesia.

Baca Juga: Begini Respons Bos Bursa Soal Pengumuman MSCI Terbaru

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam laporan MSCI pada Selasa pekan depan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/6/2026):

Apa yang Terjadi Jika Peringkat Indonesia Diturunkan?

Investor melihat penurunan peringkat sebagai hal yang tidak mungkin. Namun jika terjadi, hal itu akan memaksa penjualan dari dana pasif yang mengikuti indeks acuan populer MSCI, serta dana apa pun yang mandatnya membatasi kepemilikan saham pasar negara berkembang.

Hal itu juga kemungkinan akan mendorong manajer aktif untuk mengurangi eksposur Indonesia agar sesuai dengan indeks acuan.

Secara keseluruhan, arus keluar dana bisa mencapai US$ 13 miliar, menurut perkiraan Goldman Sachs. Penurunan peringkat MSCI juga akan mendorong penyedia indeks lain termasuk FTSE Russell untuk bertindak.

FTSE mempertahankan status pasar negara berkembang Indonesia pada bulan April, tetapi peninjauan akan dilakukan pada bulan Juni.

Baca Juga: Rupiah Masih Loyo di Rp 17.804 Meski Ada Sentimen Positif MSCI & Bunga Dikerek

Apa Lagi yang Dipertaruhkan?

Perhatian juga akan tertuju pada apakah MSCI mempertahankan pembekuan saham Indonesia dalam produk-produknya.

Pembekuan yang diumumkan pada Januari lalu berarti tidak ada saham Indonesia baru yang ditambahkan ke indeks MSCI, dan enam saham dihapus pada Mei—menggerakkan dana pasif keluar dari ekuitas Indonesia.

Sebagian besar analis memperkirakan MSCI akan memperpanjang pembekuan tersebut sementara mereka meninjau respons Indonesia terhadap kekhawatiran mereka.

Apakah Masalah Indonesia Akan Berakhir Setelah Minggu Depan?

Belum tentu. Penegasan status pasar negara berkembang kemungkinan hanya akan memberikan kelegaan jika risiko penurunan peringkat juga dihilangkan.

Hal itu dianggap tidak mungkin mengingat Indonesia, yang dulunya menjadi primadona pasar, masih menghadapi beberapa tantangan.

Baca Juga: MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Mengapa Rupiah Masih Tertekan?

Masalah inti berupa ketidaktransparan data kepemilikan saham dan kekhawatiran atas kemampuan investor global untuk menilai jumlah saham yang beredar bebas (free float) perusahaan di Indonesia masih belum terselesaikan, dan pembuatan kebijakan yang tidak dapat diprediksi membuat investor dan lembaga pemeringkat kredit merasa cemas.

Saham Indonesia turun 29% pada tahun 2026, menjadikannya pasar saham dengan kinerja terburuk di dunia, sementara obligasi berada di bawah tekanan penjualan asing menyusul penurunan prospek kredit oleh Moody's dan Fitch.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×