Sumber: Kemenkeu | Editor: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - Mengenal apa itu Panda Bonds yang disebut oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Istilah Panda Bonds belakangan menjadi perhatian setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menyampaikan rencana pemerintah menerbitkan instrumen tersebut di pasar keuangan China.
Pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bonds sebagai salah satu sumber pembiayaan alternatif untuk memperkuat APBN 2026 sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan berbasis dolar AS.
Menkeu Purbaya menyebut pemerintah menargetkan penerbitan surat utang "Panda Bonds" setara 1 miliar dolar AS.
Lalu, apa sebenarnya Panda Bonds? Cek informasi menarik mengenai obligasi di pasar asing ini.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tarik Rp75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Alihkan ke Belanja Rutin
Apa Itu Panda Bonds?
Mengutip laman Kementerian Keuangan, Panda Bonds adalah obligasi atau surat utang berdenominasi yuan (renminbi) yang diterbitkan oleh pihak asing di pasar domestik China. Penerbitnya bisa berupa pemerintah negara lain, perusahaan asing, maupun lembaga internasional.
Sederhananya, saat Indonesia menerbitkan Panda Bonds, maka pemerintah akan meminjam dana dari investor di China.
Peminjaman dana akan menggunakan mata uang yuan, bukan rupiah maupun dolar AS. Bunga dan pelunasan pokok utangnya juga dibayarkan dalam yuan.
Baca Juga: Bidik Pasar China, Pemerintah Akan Terbitkan Panda Bonds di Semester II 2026
Mengapa Disebut Panda Bonds?
Nama "Panda Bonds" berasal dari simbol nasional China, yaitu panda. Istilah ini mirip dengan beberapa instrumen obligasi internasional lainnya, seperti:
- Samurai Bonds di Jepang (berdenominasi yen).
- Yankee Bonds di Amerika Serikat (berdenominasi dolar AS).
- Kangaroo Bonds di Australia (berdenominasi dolar Australia).
Dengan kata lain, Panda Bonds merupakan versi China dari obligasi yang diterbitkan oleh pihak asing di pasar domestiknya.
Baca Juga: Cegah Korupsi, Menkeu Purbaya Siapkan Kocok Ulang Pegawai Pajak
Mengapa Pemerintah Indonesia Tertarik?
Melansir laporan Kontan.co,id, Menurut Menkeu Purbaya, ada beberapa alasan pemerintah melirik Panda Bonds. Pertama, untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan APBN sehingga tidak bergantung pada satu pasar atau satu mata uang tertentu.
Kedua, biaya pinjaman dinilai lebih murah. Pemerintah memperkirakan yield atau imbal hasil Panda Bonds berada di kisaran 2,3%-2,5%, lebih rendah dibanding sebagian instrumen utang global lainnya.
Ketiga, pasar keuangan China memiliki basis investor yang sangat besar sehingga berpotensi memberikan sumber pendanaan baru bagi Indonesia.
Baca Juga: Purbaya Akan Terbang ke China Bulan Juni Untuk Promosikan Penerbitan Panda Bonds
Apa Manfaatnya bagi Indonesia?
Jika berhasil diterbitkan, Panda Bonds dapat memberikan beberapa manfaat:
- Menambah pilihan sumber pembiayaan negara.
- Mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan berbasis dolar AS.
- Berpotensi menekan biaya bunga utang pemerintah.
- Memperluas basis investor internasional Indonesia.
- Memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan Indonesia-China.
Kapan Panda Bonds Indonesia Diterbitkan?
Pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bonds pertama Indonesia dapat direalisasikan pada Juni 2026. Untuk mendukung rencana tersebut, Menkeu Purbaya dijadwalkan melakukan kunjungan ke China guna bertemu calon investor dan mematangkan proses penerbitan.
Apabila terealisasi, Indonesia akan bergabung dengan sejumlah negara dan lembaga internasional yang lebih dahulu memanfaatkan pasar obligasi China melalui penerbitan Panda Bonds.
Demikian informasi mengenai profil dari Panda Bonds yang segera direalisasikan pemerintah.
Tonton: Yuan China Makin Dominan di Utang RI, Naik 36 Kali Lipat dalam 13 Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












